web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Reklame Tak Bertuan Banyak Ditemui di Pangandaran
    net

    Reklame Tak Bertuan Banyak Ditemui di Pangandaran

    JuaraNews, Pangandaran – Sejumlah reklame liar banyak dijumpai di sejumlah lokasi di Kabupaten Pangandaran. Untuk itu Dinas Pendatapan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Pangandaran akan segera melakukan tindakan penertiban terhadap keberadaan reklame illegal tersebut.

    Kepala DPPKAD Kabupaten Pangandaran Hendar Suhendar mengatakan keberadaan reklame illegal itu tidak berkontribusi kepada pendapatan daerah. Pasalnya tidak ada pajak sama sekali yang disetor atau masuk ke Pemkab Pangandaran.

    “Karena illegal maka tidak ada retribusi atau pajak yang diterima oleh pemerintah daerah sehingga praktik ini jelas sangat merugikan,” tuturnya, Selasa (4/10/2016).

    Dia mengungkapkan saat ini target pendapatan dari pajak reklame di Kabupaten Pangandaran mencapai Rp 1 miliar, sedangkan potensinya sendiri bisa mencapai Rp 10 miliar lebih. Itu artinya masih ada potensi yang belum tergali secara maksimal. "Sampai sekarang raihannya baru mencapai 65 persen dan masih banyak yang belum tergali," sambungnya.

    Menurutnya aparat DPPKAD akan melakukan langkah penataan dan penertiban sejumlah reklame di beberapa titik lokasi jalan-jalan protocol. Berikutnya dalam penyusunan raperda retribusi pun dia akan lebih jeli apalagi hingga saat ini pihaknya masih kesulitan dengan data kepemilikan reklame, karena data yang kami peroleh merupakan data warisan dari Kabupaten Ciamis. “Kenyataanya di lapangan ternyata banyak reklame yang tidak bertuan," imbuhnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jalan Cianjur yang Terkena Longsor, Sudah Normal
    Timbun Limbah B3 Perusahaan Disegel Petugas KLHK
    Pemkab Karawang Diminta Cabut Izin Tambang Karst
    Pemkot Tasik Minta Tol Cigatas Jadi Prioritas
    Perkosa Nenek 80 Tahun, Pemuda Dituntut 8 Tahun
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google