web stats service from statcounter

Hot News

  • Rumah Kontrakan Teroris Bom Panci Digeledah
    Rumah Kontrakan Teroris Bom Panci Digeledah
    • 27 Februari 2017 | 22:48:00 WIB

    RUMAH kontrakan terduga teroris Yayat Cahdiyat di Kampung Ciharashas RT 04/07, Desa Sirnagalih, Cilaku, Kabupaten Cianjur, digerebek petugas.

Inspirasi

    KPP Tasikmalaya Jaring 564 WP Tahap I Tax Amnesty
    net

    KPP Tasikmalaya Jaring 564 WP Tahap I Tax Amnesty

    JuaraNews, Tasikmalaya – Sebanyak 564 wajib pajak (WP) berhasil terjaring pada periode pertama diberlakukannya tax amnesti (pengampunan pajak). Dari para WP tersebut KPP Pratama Tasikmalaya berhasil mengumpulkan uang tebusan hingga sebesar Rp 69,72 miliar.

    Kepala Kantor KPP Pratama Tasikmalaya Erry S Dipawinangun mengatakan uang tebusan itu didapatkan dari periode pertama diberlakukannya tax amnesti yakni dari Juli sampai September 2016.  “Hingga hari terakhir periode pertama tax amnesti berhasil dijaring 564 wajib pajak dengan uang tebusan mencapai Rp 69, 72 miliar,” sebutnya.

    Menurutnya uang tebusan tersebut terkumpul dari wajib pajak di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kebanyakan yang membayarkan itu adalah Direksi, Komisaris, pengusaha, profesi dan karyawan. Dirinya menargetkan di tahun ini bisa menjaring 1.000 wajib pajak atau pemasukan pajak sebesar Rp 848 milar/tahun dari total seluruh wajib pajak di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya ada sekitar 145.000 wajib pajak yang sebagain besar di antaranya adalah karyawan dan PNS.

    Erry menjelaskan pada tahap pertama nilainya adalah 2%, periode kedua 3% dan periode ketiga sebesar 5% pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak untuk harta yang ada di dalam negeri. Jika harta yang berada di luar negeri dibayar dua kali lipat yakni periode pertama 4%, periode kedua 6% dan periode ke tiga 10%.

    “Akan tetapi jika dibayar di indonesia atau daerah asal maka pambayaran tersebut sesuai dengan program tax amnesti," ucapnya.

    Diungkapkannya, sejak Januari sampai hari terakhir bulan September 2016 pemasukan pajak mencapai Rp 475 miliar. Sedangkan tahun sebelumnya Januari sampai September 2015 pemasukan pajak hanya Rp 356 miliar. “Itu artinya ada kenaikan 33, 27% atau kenaikan pendapatan pajak Rp 118 miliar," sebutnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Rumah Kontrakan Teroris Bom Panci Digeledah
    Pembongkaran Kios Diwarnai Pengusiran Eks Bupati
    Dua Kelompok Massa Beda Tuntutan Demo di Tasik
    Kawasan Garut Kembali Diterjang Banjir Bandang
    Kabur Dari Rumah, Deden Malah Hanyut di Sungai
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Mimilih Pemimpin yang Amanah
      Mimilih Pemimpin yang Amanah

      RABU (15/2/2017), bangsa Indonesia menggelar Pilkada Serentak 2017. Kita patut bersyukur Pilkada kali ini berlangsung aman dan lancar tanpa ada gangguan berarti.