web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Abrahim, Bayi dari 3 DNA Orang Tua
    Bayi Abrahim Hassan digendong Dr John Zhang.

    Abrahim, Bayi dari 3 DNA Orang Tua

    JuaraNews – Ilmuwan gembira menyambut kelahiran seorang bayi dari hasil pembuahan tiga orang tua. Ini bayi pertama di dunia yang memiliki tiga DNA (asam deoksiribonukleat), dua dari orang tua kandung dan sedikit bagian dari pendonor. Meski disambut takjub, teknik fertilisasi dengan melibatkan tiga orang ini tetap kontroversial.

    Majalah New Scientist mempublikasikan kelahiran bayi laki-laki bernama Abrahim Hassan itu. Kini Abrahim telah berusia lima bulan dan dalam kondisi sehat. Anak pasangan suami istri asal Yordania ini lahir di Meksiko dan ditangani John Zhang, dokter ahli di New Hope Fertility Center di New York, Amerika Serikat. “Ini kabar luar biasa, pencapaian hebat, dan sebuah revolusi dalam dunia kedokteran,” kata Dusko Ilic, profesor dari King College London.

    Kegembiraan para ilmuwan bukan tanpa alasan. Orang tua bayi memilih kelahiran dengan metode ini lantaran mengidap sindrom leigh, kelainan genetik yang dapat menyebabkan efek fatal pada janin. Sindrom leigh merupakan gangguan fatal yang berpengaruh terhadap perkembangan sistem saraf sehingga bisa memicu keguguran atau anak yang dilahirkan meninggal sebelum usia dewasa.

    Pada 2005 sang ibu melahirkan bayi perempuan. Tapi bayi itu juga mengidap sindrom leigh yang mengganggu perkembangan otak, otot, dan sarafnya. Bayi itu meninggal di usia enam tahun. Anak kedua mereka juga mengalami penyakit sama dan hanya sanggup bertahan hidup selama 8 bulan.

    Seusai menjalani pemeriksaan, sang ibu ternyata mengalami permasalahan kesuburan. Mitokondrianya mengalami mutasi genetik. Sang ibu dan suaminya kemudian meminta bantuan dokter John Zhang dari New Hope Fertility Center untuk dapat mengandung anak dari gen mereka yang tak mewarisi penyakit.

    Namun karena Amerika Serikat tidak mengizinkan tiga orang tua, meskipun untuk tujuan kesuburan, John Zhang akhirnya pergi ke Meksiko yang membolehkan metode ini. John mengemukakan, di Inggris, metode tiga DNA dikenal dengan sebutan transfer pronuclear. Metode ini melibatkan sel telur ibu, sel telur pendonor, dan sperma ayah.

    Sebelum sel telur subur mulai terpisah menjadi embrio, setiap nukleusnya dilepaskan terlebih dahulu. Adapun nukleus dari sel telur pendonor dibuang dan diganti dengan sel telur subur sang ibu. Namun teknik ini tak sesuai dengan keyakinan kedua orang tua yang menentang penghancuran dua embrio.

    John mengambil pendekatan berbeda. Dia melepaskan nukleus dari sel telur ibu dan memasukannya ke dalam sel telur pendonor yang tak memiliki nukleus. Sel telur tersebut kemudian dibuahi sperma sang ayah. Teknik ini berhasil menciptakan lima embrio tapi hanya satu yang berkembang normal.

    Embrio tersebut kemudian diimplantasi ke rahim ibu. Embrio berkembang menjadi janin dan 9 bulan kemudian lahir sebagai bayi. “Di sana tidak ada aturan. Bagi saya, menyelamatkan nyawa orang merupakan hal etik,” kata John dalam jurnal Fertility and Sterility.

    Dia mengklaim mutasi mitokondria bayi yang lahir dengan metodenya itu, kurang dari 1%. ”Ini teknik yang menjadi sebuah tonggak. Ini membuktikan untuk kali pertama bahwa informasi genetik dari tiga orang bisa menghindari penyakit,” tutur dia. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ini Dia Hotel Es Pertama di Dunia
    Pesta Ultah, 1 Juta Undangan
    Fosil Manusia Purba di Antikythera
    Superman India Angkat Motor dengan Kepala
    Ribuan Prasasti Ungkap Kehidupan Yordania Kuno
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google