web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Badak Emas Simbol Kekuatan Dinasti Mapungubwe

    Badak Emas Simbol Kekuatan Dinasti Mapungubwe

    JuaraNews – Pada abad 10 hingga 13 di Afrika Selatan, ratusan tahun sebelum bangsa kulit putih dari Eropa menjarah dan menjajah Afrika Selatan, di kawasan ini pernah berkuasa sebuah kerajaan besar yang dibangun oleh Dinasti Mapungubwe.

    Area kekuasaan dinasti yang Berjaya antara 1075 hingga 1290 ini, meliputi Afrika Selatan hingga Tanzania. Salah satu bukti kekuasaan Dinasti Mapungubwe adalah sebuah benda yang sangat berharga, patung badak yang terbuat dari logam mulia, emas. Benda ini tak hanya berharga tapi juga menyimbolkan kekuatan dinasti tersebut pada masanya. Diketahui, badak adalah hewan paling kuat di kawasan Afrika.

    Badak emas simbol kejayaan dan kekuatan Dinasti Mapungubwe akan dipamerkan di British Museum, London, Inggris dalam pameran South Africa: The Art of a Nation. Patung badak emas tersebut ditemukan pada 1934 oleh arkeolog asal Inggris di sebuah pemakaman keluarga kerajaan di situs Mapungbwe sebelah utara Afrika Selatan.

    Mapungubwe memegang kendali atas perdagangan emas di pesisir Kilwa Kisiwani yang berjarak sekitar 2.000 mil arah utara-timur Afrika Selatan yang kini dikenal sebagai Tanzania. Selama abad ke-13, emas menjadi bagian dari perdagangan ekspor paling penting.

    Dalam perkembangannya, emas kemudian digantikan dengan biji kaca yang menjadi simbol kekayaan dan kekuatan kaum elite Mapungubwe. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Dunia Berlomba Buat Kapal Kargo Otonom
    Lahan Parkir di Hong Kong Laku Rp8,8 Miliar
    Indahnya Patung Pasir Karya Toshihiko Hosaka
    Beruang Madu Masuk Rumah dan Main Piano
    Bergeun, Desa Yang Tak Boleh Dipotret
    Berita Terdahulu

    Editorial

    • Selamat Hari Raya Idul Fitri
      Selamat Hari Raya Idul Fitri

      DENGAN rasa suka cita dan senang, kita menyambut Hari Kemenangan, bercampur sedih, karena kita ditinggalkan bulan Ramadan yang penuh berkah.