web stats service from statcounter

Hot News

Inspirasi

    Pencarian Korban Banjir Bandang Resmi Dihentikan
    net

    Pencarian Korban Banjir Bandang Resmi Dihentikan

    • Selasa, 4 Oktober 2016 | 01:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Garut - Memasuki hari ke-13, pencarian korban banjir bandang luapan Sungai Cimanuk di Kabupaten Garut, resmi dihentikan Senin (13/10/2016) pukul 17.00 WIB.

    Kendati resmi dihentikan, tim SAR bersama pemerintah setempat tetap akan melakuka pemantauan untuk mencari keberadaan para korban yang masih dinyatakan hilang pada bencana yang terjadi pada Selasa (20/9/2016) dini hari lalu tersebut.

    Juru bicara Badan SAR Jabar Joshua Banjarnahor mengatakan, seluruh operasi bencana banjir bandang ini sudah sesuai dengan hasil evaluasi tim gabungan dan kekuatan yang maksimal. Joshua menyebutkan, seluruh aktivitas pemantauan terus dilakukan secara berkala meski seluruh anggota tim gabungan pencarian kembali ke kesatuan masing-masing.

    "Benar, seluruh operasi pencarian secara keseluruhan dihentikan. Akan tetapi tetap ada proses pemantauan," ujar Joshua dalam keterangan tertulisnya, di Bandung, Selasa (3/10).

    Pemkab Garut sendiri tidak akan memperpanjang masa tanggap darurat banjir bandang. Sekda Kabupaten Garut Iman Alirahman mengatakan, tanggap darurat pertama telah dilakukan selama 7 hari sejak kejadian. Selanjutnya tanggap darurat tahap dua, ditetapkan berdasarkan pertimbangan masih adanya 19 warga hilang dalam kejadian banjir tersebut.

    Penghentian masa tanggap darurat akan diputuskan secara resmi setelah hasil evaluasi di Markas Kodim 0611/Garut, Selasa (4/10/2016) ini. Jika tanggap darurat dihentikan, maka pencarian terhadap 19 orang yang dilaporkan hilang itu akan dihentikan.

    Selanjutnya, pihaknya akan menjelaskan kepada pihak keluarga korban banjir yang hilang agar mau menerima keputusan penghentian tanggap darurat itu.
    "Ada batasan dalam masa pencarian, apalagi sudah 13 hari, kondisi korban bisa membahayakan relawan juga," kata Iman saat rapat koordinasi penanggulangan bencana di Garut, Senin (3/10/2016).

    Sementara itu, pencarian pada hari terakhir Senin (3/10/2016), difokuskan di Waduk Jatigede, Sumedang, dengan menggunakan bantuan alat berat berupa beckhoe ponthon milik Balai Besar Jatigede Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dalam pencarian terakhir tersebut tidak ditemukan korban ataupun tanda-tanda yang mengarah pada penemuan korban selanjutnya.

    Atas hal tersebut, tim SAR gabungan menganggap pencarian korban sudah tidak lagi efektif dilakukan dan seluruh keluarga korban yang tidak berhasil ditemukan sudah menyatakan keikhlasannya.

    Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat, total korban yang berhasil ditemukan mencapai 34 orang, dan 19 korban lainnya dinyatakan hilang. Berikut ini, data para korban:
    Korban Meninggal
    - Laki-laki: 9 orang
    1. Tn Nawawi 65 th (Asrama Lapang Paris)
    2. Deni 23 tahun (Bayongbong)
    3. Jana 35 tahun (Bojong Larang)
    4. Aceng 50 tahun (Jaya Raga)
    5. Endar Ramdani 44 tahun (Sukamantri)
    6. Ahmad 3,5 tahun ( Cimacan)
    7. Rehal 4 bulan(Asrama Lapang Paris)
    8. Zikri 9 tahun (Asrama Lapang Paris)
    9. Irsad 8 tahun (Asrama Lapang Paris)
    - Perempuan: 25 orang
    1. Iis 35 tahun (Asrama Lapang Paris)
    2. Siti 25 tahun(Cimacan)
    3. Santi 38 tahun (Asrama Lapang Paris)
    4. Nunung 70 tahun (Asrama Lapang Paris)
    5. Sari 70 tahun (Asrama Lapang Paris)
    6. Welis 25 tahun (Asrama Lapang Paris)
    7. Nuryati 58 tahun (Asrama Lapang Paris)
    8. Entin Kartini 60 tahun (Bojong Larang)
    9. Nonoh 45 tahun (Tarogong kidul)
    10. Oom 83 tahun (Asrama Lapang Paris)
    11. Dede Sumiati 56 tahun (Asrama Lapang Paris)
    12. Win Sukaningsih 66 tahun (Cireungit kersamanak)
    13. Oom 55 tahun (Cimacan)
    14. Euis Eka 41 tahun (Tarogong Kidul)
    15. Fitriani 9 tahun (Bojong Sudika)
    16. Fika 4 tahun (Cimacan)
    17. Diana 6 tahun (Cimacan)
    18. Wanda 8 tahun(Asrama Lapang Paris)
    19. Ita Novitasari 16 tahun (Asrama Lapang Paris)
    20. Revina 7 tahun (Asrama Lapang Paris)
    21. Ny X (masih dalam proses identifikasi) ditemukan di Jatigede
    22. Ny Yayah Juariyah 54 tahun(Asrama Lapang Paris)
    23. Ny Neni Suryani 31 tahun (Asrama Lapang Paris)
    24. Ny X (Masih dalam proses identifikasi) ditemukan di Waduk JatiGede
    25. Nani 70 tahun (Leuwi Daun Tarogong Kidul)

    Korban hilang
    1. Sdri Lena Agustina 18 th (Asrama Lapang Paris)
    2. Sdr Ano 60 tahun (Cimacan)
    3. Sdr Feri 40 tahun (Cimacan)
    4. Sdri Eneng 12 tahun (Cimacan)
    5. Sdri Kokom 35 tahun (Cimacan)
    6. Anak dari Bu mimin 3 tahun (Cimacan)
    7. Sdr Supri 40 tahun (Cimacan)
    8. Sdr Etoy 12 tahun (Cimacan)
    9. Anak dari bapak Supri 3 tahun (Cimacan)
    10. Sdr Endan 45 tahun (Sukamukti Garut Kota)
    11. Ibu Aah 60 tahun (Tajuk Terminal)
    12. Sdri Ira 17 tahun (Asrama Lapang Paris)
    13. Ibu Euis 35 tahun (Asrama Lapang Paris)
    14. Sdri Novi 14 tahun (Asrama Lapang Paris)
    15. Ibu Ane 35 tahun (Sukamukti, Garut Kota)
    16. Ibu Sri Lestiawati 44 tahun (Asrama Lapang Paris)
    17. Tania 10 tahun (Asrama Lapang Paris)
    18. Sdr Suryaman 70 tahun (Asrama Lapang Paris)
    19. Kalea 2 bulan (Asrama Lapang Paris). (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Jalan Cianjur yang Terkena Longsor, Sudah Normal
    Timbun Limbah B3 Perusahaan Disegel Petugas KLHK
    Pemkab Karawang Diminta Cabut Izin Tambang Karst
    Pemkot Tasik Minta Tol Cigatas Jadi Prioritas
    Perkosa Nenek 80 Tahun, Pemuda Dituntut 8 Tahun
    Berita Terdahulu

    Editorial

      Advertisement On Google