web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Bio Farma Presentasikan Geopark Ciletuh di Unesco
    net Geopark Ciletuh, Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

    Bio Farma Presentasikan Geopark Ciletuh di Unesco

    JuaraNews, Bandung - Konferensi Internasional Unesco Global Geopark Network (GGN) dibuka secara resmi oleh Wali Kota Terpilih Torbay, Gordon Oliver di kawasan English Riviera pada 27 September 2016, siang waktu setempat.

    Acara yang dihadiri sekitar 800 delegasi dari 50 negara tersebut dibuka dengan penampilan spektakuler opera yang menceritakan tentang bumi yang berjudul The Rock Connect Us melibatkan 190 pemain dari warga di wilayah Torbay, yaitu Torquay, Paignton, dan Brixham.

    Delegasi Indonesia dengan membawa tema Wonderful Geopark of Indonesia, mengisi sesi sampai dengan sore hari secara maraton, dengan rangkaian presentasi tentang perkembangan Geopark Indonesia. Tim Bio Farma dipercaya memberikan sharing tentang peran sektor bisnis dalam pengembangan Geopark Ciletuh, Palabuhanratu Jabar.

    Bio Farma sebagai BUMN yang hadir mempresentasikan peran industri sebagai role model atau percontohan industri dalam pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Paparan presentasi oleh R Herry dan Zaki Zakaria dari Tim CSR Bio Farma disambut apresiasi dari pihak Unesco yang memberikan tanggapan seusai presentasi Bio Farma,

    “Ini bisa dijadikan role model untuk pengembangan geopark di negara lain, dan sesuatu yang unik, Industri bisa masuk dalam pengembangan geopark dan dapat ditunjukkan dengan bukti bukti yang baik sebelum dan sesudah pengembangan," ujar Kepala Divisi CSR, PKBL, dan EHS Bio Farma, R Herry dalam siaran pers yang diterima JuaraNews.

    Herry mengatakan, sejumlah kegiatan penting program pengembangan masyarakat telah dilakukan Bio Farma pada 2013-2015 di kawasan Geopark Ciletuh. Antara lain edukasi dan sosialisasi konsep Geopark kepada masyarakat setempat, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, program pipanisasi air bersih bagi masyarakat, memberikan pelatihan dan pembinaan untuk panduan homestay dan wisata lokal.

    Selain itu, pengembangan dan promosi batik ramah lingkungan Batik Pakidulan di dalam negeri serta persiapan untuk pasar ekspor yang turut dibawa dalam Geofair di Inggris, pelestarian tanaman endemik, mangrove dan terumbu karang, serta memfasilitasi akses terhadap layanan kesehatan dan obat-obatan.

    Wonderful Geopark Indonesia, dapat terlaksana di bawah koordinasi Kemenko Kemaritiman, Kementerian ESDM, dan Kementerian Pariwisata melalui kerja sama dengan Pemprov Jabar, Jateng, Bali, Sumatera Utara, Universitas Padjadjaran, Badan Geologi Nasional, serta PT Bio Farma.

    Deputi Bidang SDM, Iptek, dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Safri Burhanuddin mengungkapkan, kegiatan ini merupakan upaya untuk membantu target peningkatan jumlah wisatawan dan menambah jumlah destinasi wisata di Indonesia.

    "Oleh karenanya, diperlukan koordinasi dari lintas kementerian untuk menyinergikan beberapa aspek. Untuk itulah kami bersinergi dengan Kementerian Pariwisata. Nantinya untuk percepatan geopark di Indonesia memerlukan koordinasi juga dengan Kementerian Perhubungan, ESDM, terkait infrastruktur dan persiapan lainnya,” papar Safri.

    Burhanuddin menambahkan keikutsertaan sektor Bisnis seperti Bio Farma dalam pengembangan Geopark ini merupakan keberhasilan, penerapan program harus berkelanjutan atau sustainable development, sehingga tercipta link and match dan penguatan dan pemberdayaan masyarakat di beberapa lokasi geopark perlu dukungan dari sektor bisnis perusahaan atau BUMN.

    Pada konferensi ini, hadir Bupati Sukabumi Marwan Hamami bersama Asda 2 Setda Pemkan Sukabumi Dana Budiman yang mempresentasikan tentang sinergi lintas stakeholder untuk pengelolaan geosite di Ciletuh.

    Marwan menyampaikan, pertemuan ini untuk mempersiapkan Geopark Ciletuh yang saat ini sedang dilakukan pengembangan agar bisa memenuhi target mendapat pengakuan Unesco pada 2017 nanti.

    "Ini merupakan persiapan, kami akan melakukan evaluasi, juga informasi terbaru terkait akses kebijakan Unesco untuk selanjutnya akan akan laporkan kepada Gubernur Jabar,” ungkap Marwan.

    “Juga pentingnya pemberdayaan masyarakat setempat sekitar geopark, agar dapat merasakan nilai lebih dari geopark. Beberapa paparan dari presentasi geopark negara lain, seperti China, Korea, Jepang, dan beberapa negara Eropa mengenai konsep pengembangan geopark, dapat membantu untuk diadaptasi di 8 kecamatan di Kabupaten Sukabumi," sambung Marwan. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    MUI Jabar Berharap Programnya Disinergikan Wapres
    Gerindra Belum Siapkan Kader di Pilkada Jabar
    Pamor akan Daki Gunung di Jawa, Bali, & Lombok
    Revisi UU KPK Hasil Revisi DPR Resmi Berlaku Kamis Ini, BEM SI Gelar Demo Lagi
    UU KPK Hasil Revisi Berlaku Mulai Kamis Ini

    Editorial