web stats service from statcounter

Hot News


  • Pemerintah Harus Kaji Sistem Pemilu Langsung
    Pemerintah Harus Kaji Sistem Pemilu Langsung
    • 13 November 2019 | 19:36:00 WIB

    PAKAR Politik dan Pemerintahan dari Unpar,Asep Warlan Yusuf mengatakan Pemerintah Indonesia harus mengakaji sistem Pemilu Serentak secara langsung.

Inspirasi


    Pelatda Atletik Butuh Dukungan Peralatan Latihan

    Pelatda Atletik Butuh Dukungan Peralatan Latihan

    • Kamis, 15 Januari 2015 | 08:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Jawa Barat membutuhkan peralatan dan perlengkapan latihan untuk mendukung pelaksanaan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Saat ini, sebanyak 51 atlet sudah memasuki camp pelatda PON XIX Jabar sejak Minggu (5/1/2015) lalu.

    "Untuk mengoptimalkan pelaksanaan pelatda, kita masih membutuhkan dukungan peralatan dan perlengkapan latihan. Terutama perlengkapan untuk latihan weight training," ujar Sekretaris Umum Pengprov PASI Jabar, Jucke M Satria.

    Tak hanya perlengkapan latihan weight training, Jucke pun mengaku, beberapa peralatan dan perlengkapan latihan lainnya pun sudah dalam kondisi yang tidak laik pakai. Seperti gawang yang sudah rusak, cakram dan peluru yang berkarat, hingga lembing.

    "Kita sudah melaporkannya ke KONI Jabar melalui Wakil Ketua II, bapak Ucup (Yusuf). Mudah-mudahan bisa secepatnya terrealisasi," harapnya.

    Selain itu, pelaksanaan latihan pelatda cabang olahraga Atletik pun kurang berjalan maksimal. Pasalnya, para atlet yang berlatih harus berbagi tempat dengan masyarakat umum yang berolahraga di lintasan atletik Pajajaran. Beberapa kali, mereka harus berbenturan dengan masyarakat umum yang berolahraga di lapangan atletik Pajajaran.

    "Selain membuat pelaksanaan latihan tidak maksimal, kondisi tersebut pun bisa membuat atlet cedera. Karena beberapa kali mereka bertabrakan saat harus melakukan latihan sprint di lintasan dan bertabrakan dengan masyarakat umum. Kami berharap lintasan bisa kosong saat para atlet menggelar latihan," terangnya.

    Di PON XIX/2016 sendiri, tim Atletik Jabar akan mengikuti 47 nomor pertandingan. Jabar sendiri tidak mengikuti semua nomor yang dipertandingkan karena ketiadaan atlet serta kemampuan atlet yang masih dinilai kurang bersaing di pentas nasional.

    "Seperti untuk nomor tolak peluru putra dan lompat galah putri, prestasi yang dicetak atlet Jabar masih jauh dari peta persaingan di nasional. Meski demikian, kita masih memiliki beberapa nomor andalan yang berpeluang besar meraih medali emas. Seperti di nomor lari 5000 dan 10 ribu meter putra, lompat tinggi putra, tolak peluru putri, dan lontar martil putra," paparnya.

    Jucke menambahkan, pelaksanaan Pelatda PON XIX Jabar kali ini diisi oleh kombinasi atlet senior dan junior. Dari total 51 atlet yang saat ini bergabung, sebanyak 16 atlet diantaranya merupakan atlet junior yang baru pertama masuk dalam kamp pelatda. Mereka merupakan atlet-atlet peraih medali dan hasil pemantauan pada gelaran Porda Jabar XII, November 2014 silam.

    Selain itu, pihaknya masih melakukan sistem promosi degradasi bagi para atletnya hingga tim inti terbentuk yang direncanakan pada awal tahun 2016 mendatang. Proses penilaian yang akan dilakukan yakni melalui pelbagai even kejuaraan. Salah satunya pada kejuaraan atletik Jabar Open yang rencananya akan digelar pada bulan Maret 2015 mendatang.

    "Kita ingin atlet terbaik dari yang paling baik karena peta persaingan di cabang olahraga atletik saat ini sangat ketat. Hampir setiap provinsi memiliki unggulan. Kalau dari pesaing terberat saat ini, masih DKI Jakarta dan Jawa Timur. Apalgi DKI Jakarta yang mendapat 'suplai' atlet top yang pindah dari Jawa Tengah," tandasnya. (*)

    Oleh: ageng rustandi / ang

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pemerintah Harus Kaji Sistem Pemilu Langsung
    Pengamat Pertanyakan Mekanisme Pemilu Langsung
    Gubernur Jabar: Pembangunan Daerah Harus Sinkron dengan Visi Indonesia Maju
    Tolak Penetapan UMP, Serikat Pekerjaan Nasional demo di Gedung Sate
    Wagub Jabar Prihatin Kejadian Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan