Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Harga BBM Turun, Pengusaha SPBU Merugi



    Harga BBM Turun, Pengusaha SPBU Merugi

    JuaraNews, Bandung – Penurunan harga harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar yang ditetapkan pemrintah awal tahun ini, membuat para pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merugi. Pasalnya, penurunan harga BBM ini dilakukan saat SPBU memiliki stok sangat banyak.

    "Saat pemerintah menurunkan harga, maka pengusaha harus menjual dengan harga baru. Sehingga pengusaha SPBU tidak mendapatkan keuntungan," ujar Ketua DPD Hiswana Migas wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Juan Tarigan kepada wartawan, Selasa (12/1/2015).

    Selain harus memberlakukan harga baru, jelas Juan, margin keuntungan yang diperoleh pengusaha pun sangat minim. Saat ini, margin keuntungannya hanya sekitar Rp250 per liter. Karena itu, Hiswana Migas meminta pemerintah menyesuaikan margin setelah subsidi BBM dicabut. Penyesuaian margin ini diperlukan agar pengusaha tidak merugi jika harga minyak dunia sedang tinggi.

    Hiswana Migas mengusulkan penyesuaian margin dilakukan dengan cara menetapkan margin atau profit yang dihitung berdasarkan persentase, bukan dalam bentuk nominal. Dengan menggunakan sistem persentase, berapa pun naik atau turunnya harga minyak, tidak akan lagi menjadi masalah.

    “Ketika harga premium turun, pemerintah dan Pertamina tidak akan merasa rugi. Sedangkan jika harganya naik, pengusaha tidak merasa dirugikan,” tandas Juan.

    Jika menggunakan sistem nominal di tengah harga BBM yang fluktuatif,  kata Juan, akan berpengaruh pada sisi permodalan pengusaha. Saat harga turun, modal yang harus dikeluarkan pengusaha akan berkurang. “Namun, begitu harga naik, pengusaha rugi sebab modal yang harus dikeluarkan bertambah, sedangkan marginnya tetap,” katanya.

    Juan mengatakan, pengusaha SPBU tidak diajak bicara saat pemerintah akan menurunkan harga BBM. Karena itu, pihaknya berharap para pengusaha ini mendapatkan perlindungan dari pemerintah agar usahanya bisa tetap bertahan. Karena keberadaan SPBU ini telah menyerap ribuan pekerja dan ikut mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

    "Jangan sampai pengusaha SPBU ini merugi akibat adanya kebijakan dari pemerintah. Karena jika terus merugi, maka tidak menutup kemungkinan akan gulung tikar dan akan berdampak terhadap pemutusan hubungan kerja," ungkapnya.  (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ridwan Kamil Ingatkan Pemuda Hati-hati Pilih Karier di Era Industri 4.0
    Catat, Besok Pos Indonesia Bakal Gelar Program Gratis Ongkir di Seluruh Indonesia
    Aplikasi Agree Telkom Permudah Petani Milenial Kelola Lahan Pangan
    Pemprov Jabar Komitmen Lindungi Pekerja Migran
    Pelaku UMKM Jabar Makin Banyak yang Manfaatkan Pasar Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads