blog counter

Hot News


Opini


    Modernisasi Alat Produksi, Pindad Butuh Rp4 T

    • Senin, 12 Januari 2015 | 22:14:00 WIB
    • 0 Komentar


    Modernisasi Alat Produksi, Pindad Butuh Rp4 T

    Juaranews, Bandung – Guna memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dalam negeri, idealnya PT Pindad membutuhkan tambahan investasi hingga Rp4 triliun.

    Direktur Utama PT Pindad Silmi Karim mengatakan, Suntikan dana tersebutdibutuhkan untukmemodernisasi alat produksi dan meningkatkan kapasitas. Menurutnya, hal tersebut merupakan modal guna mengoptimalisasi industri pertahanan dalam negeri.

    "Hal tersebut juga mengacu pada Undang-Undang No 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang mengamanatkan optimalisasi industri dalam negeri. Jangan sampai hanya ada undang-undangnya saja, tapi kita sendiri tidak merespons," ujar Silmi seusai menyambut Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke PT Pindad, Senin (12/1/2015).

    Untuk merespons amanat undang-undang tersebut, Silmi mengatakan, industri pertahanan membutuhkan modal dari negara dan persiapan kerja sama dengan mitra luar negeri. Untuk sementara ini, PT Pindad sudah membangun komunikasi dengan dua perusahaan pertahanan dari Belgia dan Jerman.

    "Untuk tahun ini, negara sudah mengalokasikan dana seesar Rp700 miliar yang sudah disampaikan pada sidang kabinet dan sudah ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertahanan," kata dia.

    Dengan mengoptimalisasikan industri pertahanan domestik, menurut Silmi, rencana strategis dan kebutuhan alat dari Kementerian Pertahanan dan TNI dapat dilayani oleh industri pertahanan lokal.

    "Nanti kita akan berkoordinasi dengan TNI AD untuk mengetahui mana alat yang dibutuhkan mereka. Mulai dari teknologi hingga spesifikasi teknis," ucapnya.

    Dalam kunjungan ini, Jokowi mengatakan, akan memberikan suntikan dana Rp700 juta kepada PT Pindad. Diharapkan dengan sokongan dana tersebut, industri pertahanan lokal mampu memenuhi kebutuhan alat pertahanan di Indonesia. Sehingga Indonesia tidak terus-terusan mengimpor.

    "Kalau belum bisa produksi kita jalin kerja sama dengan luar negeri, itu pun produksinya harus di Indonesia," ujar Jokowi. (*)

    Oleh: mukhlis dinilah / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Transaksi Temu Bisnis dan Pameran Produk OPOP 2022 Capai Rp42,1 Miliar
    Konvensi Nasional Rancangan SKKNI, KKNI dan Skema Okupasi Dorong Pemulihan Sektor Parekraf
    El Royale Hotel Bandung Adakan Nobar Piala Dunia 2022
    Pegadaian Kanwil Bandung Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur
    Pegadaian Taman 3000 Mangrove dan 50 Ekor Tukik
    Berita Terdahulu

    Editorial


      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads