web stats service from statcounter

Hot News


  • Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    • 16 September 2019 | 16:13:00 WIB

    RIDWAN Kamil menanggapi serius petisi penandatanganan secara online di website change.org meminta agar BIJB Kertajati diganti namanya menjadi BJ Habibie.

Inspirasi


    Polisi Selidiki Video Mesum Diduga Praja IPDN

    Polisi Selidiki Video Mesum Diduga Praja IPDN

    JuaraNews, Sumedang - Polisi segera menyelidiki beredarnya video mesum yang diduga dilakukan praja IPDN, Jatinangor Kabupaten Suumedang yang sempat menghebohkan masyarakat.

    Dalam video bedurasi lebih dari 1 menit tersebut, terrlihat 2 orang tengah melakukan tindakan asusila di sebuah atap apartemen, yang belakangan diketahui adalah Eston Park. Apartemen tersebut berlokasi di Lingkungan Cirangkong RW 05, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, depan Kampus IPDN. Diduga video asusila tersebut dibuat sekitar 2 bulan lalu atau bertepatan dengan Bulan Ramadan.

    "Kami akan segera menyelidikinya. Akan kami turunkan tim untuk menyelidikinya," ujar Kasat Reskrim AKP Hadi Mulyana, Senin (25/7/2016).

    Video tersebut diduga dilakukan praja IPDN karena dalam video itu salah seorang pelaku, yakni seorang laki-laki dengan pakaian olahraga warna cokelat dan celana training biru berpolet kuning yang mirip dengan kostum olahraga praja IPDN.

    Terkait dugaan video tersebut melibatkan praja IPDN, Hadi pun menegaskan, akan terlebih dahulu melakukan penyelidikan. "Akan kami selidiki dulu. Termasuk nantinya siapa yang merekam video ini dan pelaku yang menyebarluaskan video mesum itu," tandasnya.

    Pihak IPDN sendiri melalui Kepala Biro Administrasi dan Keprajaan IPDN Arief Mulya Edi membantah bahwa laki-laki dalam video tersebut adalah praja IPDN. Arief mengaku sudha melihat rekaman tersebut, dan dari pengamatannya, Arief menyakinkan bahwa laki-laki dalam video itu bukan praja IPDN.

    "Baru-baru ini, saya sudah melihat sendiri videonya. Dilihat dari postur tubuhnya, saya yakin bahwa itu bukan salah satu dari Praja IPDN," ujar Arief di Kampus IPDN Jatinangor, Senin (25/7/2016).

    Arief mengungkapkan, sosok lelaki yang ada dalam video itu tidak memiliki postur tubuh seperti seorang praja. “Saya yakin karena postur tubuh pelaku lelaki itu perutnya buncit, dan tidak mengenakan identitas diri hingga potongan rambutnya tidak seperti praja yang memiliki bentuk cukuran 0, 1, 2,” terangnya.

    Jik benar pelaku adalah seorang praja IPDN, jelas Arief, pemilik gedung tentu tidak akan mengizinkannya masuk dan menaiki rooftop. Apalagi, video mesum dilakukan pada siang hari dan di depan gedung yang diduga sebagai tempat video tersebut direkam terlihat ada pos pengasuh praja.

    "Jika memang benar dilakukan praja, ini sangat berisiko. Terlebih dilakukan siang hari, tentunya akan terlihat jelas oleh pengasuh. Dan pastinya, praja juga tidak akan nekat dan sekonyol itu dengan melakukan hal mesum seperti yang terlihat dalam video," paparnya.

    Soal waktu pembuatan video yang diduga saat Ramadan, Arief menegaskan bahwa saat ini praja IPDN sudah melakukan cuti. “Praja kembali masuk ke IPDN itu pada 16 Juli 2016. Itu pun hanya praja tingkat 4 yang akan melakukan persiapan pelantikan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Arief.

    Kendati demikian, Arief menegaskan,jika nanti memang terbukti bahwa laki-laki yang ada dalam video tersebut adalah praja IPDN, pihaknya tidak akan segan menjatuhkan sanksi tegas.

    "jika memang itu praja yang melakukan, itu masuk pelanggaran kategori berat dan kami (IPDN) tidak akan segan-segan memberikan sanksi berupa penurunan tingkat hingga pemecatan," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Emil Setuju Nama BIJB jadi Bandara Habibe
    Mahasiswa Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Jokowi
    Gudang Brimob Jateng Meledak
    Irjen Firli Bahuri Terpilih jadi Ketua Baru KPK
    Emil Raih IDC Digital Transformation Awards 2019

    Editorial