Hot News


Opini


    PPP Djan Faridz Yakin Konflik Selesai



    PPP Djan Faridz Yakin Konflik Selesai

    JuaraNews, Bandung – Mahkamah Konstitusi akan memutuskan perkara konflik PPP, yang diajukan kepengurusan PPP kubu Djan Faridz. Wakil Ketua Umum PPP Humprey Djemat optimistis Mahkamah Konstitusi (MK)‎ akan memenangkan gugatan mereka sebagai PPP yang legal di mata hukum dan negara.


    ‎"‎Ini kepentingan umat dan jangan sampai terbengkalai. Persiapannya harus dilakukan. Kita tidak pernah kalah di pengadilan pertama PN, TUN, dan MA. Artinya bukan sombong karena dasar hukumnya kuat, ada putusan Mahkamah partai, dan putusan MK ini puncaknya," ujar Humphrey Djemat, dalam konperensi pers terkait Muswil VIII DPW PPP Jabar di Hotel Bumi Asih, Bandung, Selasa (19/7/2016).

    Djemat pun yakin pihaknya akan dimenangkan di tingkat MK ini. Dan pemerintah, katanya, harus mematuhi keputusan MK tersebut. Jika tidak, katanya, pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi bisa dianggap melanggar sumpah dan janji yang diucapkannya saat pelantikan. Pelanggaran ini, katanya, bisa berujung kepada impeachment terhadap presiden. “Karena itu kita berharap pemerintah bisa mematuhi dan mengindahkan keputusan MK nanti,” katanya.

    Terkait penyelenggaraan Muswil, katanya, hal itu dilakukan sebagai rangkaian dan konsekuensi atas Muktamar yang sudah dilakukan di Jakarta. “Dan Muktamar kita sah sesuai dengan putusan Mahkamah Agung. Namun kita tidak disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM,” katanya.

    Oleh karena itu, pihaknya saat ini meyakinkan kader di daerah untuk tetap melakukan rangkaian kegiatan partai bahwa yang akan mereka lakukan tidak akan sia-sia.

    "Kita enggak janji, tapi insyaallah mendapat kemenangan sempurna dari MK. Kita tidak pernah bohongi daerah, tidak pernah pelintir. Kalau kita merasa yakin dengan MK. Dan kemenangan sempurna ya harus utarakan. Saya Waketum ya sampaikan apa adanya, ini berikan kekuatan sehingga daerah bisa lakukan persiapan muswil, muscab dengan penuh semangat," ujar dia.

    Menurut dia, agenda nasional untuk pilkada dan pemilu berawal dari Muswil, dan Muswil di Jabar merupakan rangkaian muswil sama halnya dengan daerah lain. Pihaknya meminta para kader PPP tidak terpaku pada masalah, karena konflik internal yang terjadi di tubuh PPP akan selesai setelah keluarnya putusan MK.

    "Karena dengan putusan nanti, secara hukum, mau tidak mau hanya satu PPP, tidak bisa dualisme lagi," kata dia. (*)

    ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Peringati HUT Ke-57, Golkar Jabar Gelar Festival Shalawat
    Jabar akan Miliki Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia
    1.200 Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikkan di SMA Negeri 3 Cibinong
    Ridwan Kamil Ikuti Lomba Lari dengan Prokes Ketat
    Pocari Sweat Run Indonesia 2021, Cara Baru Event Lari di Masa Pandemi Covid-19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads