Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Kecelakaan Arus Mudik Lebaran Turun 38 Persen
    net Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

    Kecelakaan Arus Mudik Lebaran Turun 38 Persen

    JuaraNews, Bandung - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, angka kecelakaan lalulintas pada arus mudik dan balik Idul Fitri 1437 Hijriah turun 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Khususnya di jalur selatan, angka laka lantas sebanyak 28 kasus, dengan 3 meninggal dunia, 17 luka berat, dan 38 luka ringan. Jumlah kasus itu menurun dari arus mudik dan balik Lebaran 2015.

    Tito menjelaskan, saat mudik di jalur utara Jabar mengalami peningkatan hingga menimbulkan kemacetan di jalur tersebut. Pasalnya, banyak pemudik menggunakan Jalan Tol Cipali yang baru dibangun.
    Sedangkan saat balik, terjadi peningkatan arus kendaraan di jalur selatan. Hal itu diperkirakan karena masyarakat mendengar imbauan polisi dan membaca berita setelah terjadi kepadatan kendaraan di Tol Cipali.

    "Karena terjadi kepadatan kendaraan di jalur utara Jabar, banyak yang mengambil jalur selatan Jabar disaat balik Lebaran sehingga menimbulkan kemacetan," kata Tito saat memantau arus balik Lebaran Pos Terpadu Operasi Ramadaniya Lodaya 2016 di jalur selatan Cagak Nagreg, Kabupaten Bandung, Minggu (17/7/2016).

    "Pada saat kembali atau arus balik Lebaran, terjadi lonjakan yang signifikan kendaraan yang melintasi jalur selatan Gentong Tasikmalaya Jabar," tambahnya.

    Tito menegaskan, kemacetan pada arus mudik dan balik Lebaran Lebaran disebabkan banyak faktor. "Kemacetan kendaraan di jalur selatan Gentong Tasikmalaya pada saat arus balik Lebaran itu banyak faktor. Selain jalur menanjak dan menurun, jalan berkelok sehingga perlu ada jalan lintasan lain," jelas Tito.

    Penyebab kemacetan lainnya, kata Tito, adanya pasar tumpah, dan keluar kendaraan di rumah makan/restoran, sehingga perlu dibuatkan rest area untuk meminimalisir kemacetan di jalur selatan itu.
    "Lintasan kereta api juga menjadi penyebab kemacetan. Pada lintasan itu perlu dibangun underpass supaya tidak menimbulkan kemacetan," ucapnya.

    Dengan adanya berbagai persoalan itu, kata Tito, perlu ada perbaikan guna meminimalisir kemacetan di tahun-tahun mendatang. Mengingat, mudik dan balik Lebaran sudah menjadi ritual tahunan masyarakat Indonesia.

    "Dengan adanya perbaikan infrastruktur itu, pada tahun depan masyarakat bisa lebih nyaman saat mudik dan balik Lebaran," pungkasnya. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Refocusing Anggaran Pemkab Bandung sekitar Rp1,2 Triliun, antara Lain untuk Bansos
    Pemkot Bandung Siapkan Protokol Kesehatan saat Hari Raya Iduladha
    Tiru Langkah Kota Bandung, PKS Usung Wabup Gun Gun sebagai Calon Bupati
    Mini Lab Food Kota Bandung Masuk 15 Inovasi Terbaik Indonesia
    Di masa AKB, Diskar Kota Bandung Konsisten Laksanakan Disinfektan
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads