web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Jaga Kesehatan Telinga sejak Dini

    Jaga Kesehatan Telinga sejak Dini

    JuaraNews, Bandung - Telinga adalah pancaindra yang sangat vital fungsinya bagi manusia. Apa jadinya jika kita kehilangan fungsi indra pendengaran ini. Dunia yang indah ini tentu akan terasa hampa, hening, dan sepi.

    Tapi kadang kita sering menyepelakannya, dan baru memperhatikan kesehatan telinga ketika mulai mengalami gangguan danmakin menurunnya fungsi pendengaran.

    Ada beberapa faktor penyebab menurun bahkan hilangnya sama sekali fungsi telinga. Penyebabnya bisa karena faktor dari dalam tubuh seperti sedang menderita penyakit-penyakit degeneratif tertentu (hipertensi, diabetes), pemakaian obat-obatan, atau karena faktor dari luar seperti cara membersihkan telinga yang salah.

    Gangguan pada telinga bisa terjadi akibat adanya infeksi pada telinga (otitis media). Infeksi terjadi karena luka pada kulit atau gendang telinga, kulit gatal mirip eksim atau sampai bernanah. Hal ini biasa terjadi pada balita. Karena berbeda dengan orang dewasa, liang telinga anak-anak lebih dangkal hingga pengorekan yang terlalu dalam, menimbulkan iritasi bahkan luka.

    Yang perlu diperhatian, bila membersihkan telinga dengan coton bud jangan sampai ke liang telinga, karena sebagian besar kotoran malah terdorong lebih dalamyang kemudian menumpuk dan membatu. Sehingga menyababkan bagian dalam telinga gatal, iritasi, dan akhirnya infeksi.

    Penyakit pilek pun ada kalanya menganggu telinga karena lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung (tuba eustachius) mengalami peradangan atau mampat. Gangguan lain pada telinga bisa juga akibat masuknya benda asing. Benda keras ini berbahaya jika tidak segera diambil, sebab dapat mendesak gendang telinga atau bergesernya kedudukan tulang pendengaran.

    Selain itu, trauma polusi udara juga bisa menyebabkan gangguan telinga. Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20-20.000 Hz dengan tingkat kekerasan di bawah 80 desibel. Bunyi di atas itu kalau terus menerus dan dipaksakan, bisa merusak pendengaran karena bisa mematikan fungsi sel-sel sistem pendengaran. Gejala awalnya seringkali tidak dirasakan kecuali telinga berdengung, kemudian dikuti menurunnya pendengaran.

    Para penderita penyakit darah tinggi juga harus selalu memperhatikan kesehatan telinga. Sebab berkurangnya oksigen yang masuk lebih memudahkan sel-sel pendengaran mati. Sedangkan pada orang lanjut usia, gangguan pendengaran biasanya disebabkan fungsi organ pendengaran yang menurun (presbiakusis). Hal ini lebih banyak dipengaruhi penyakit degeratif, seperti tekanan darah tinggi, diabates, dan gangguan kardiovaskuler.

    Gangguan organ telinga memang bisa bermacam-macam, bisa juga karena faktor keturunan, gangguan gizi, trauma kepala, bisul, jamur, tumor dan lain-lain. Namun dengan gizi yang baik, pemakaian kapas pembersih telinga yang tidak berlebihan, pemeriksaan telinga secara rutin paling tidak setiap 6 bulan atau setahun sekali oleh ahli THT, niscaya kesehatan telinga tetap terpelihara.

    JENIS GANGGUAN

    Othematoma

    Adalah kelainan genetis pada telinga, ketika terdapat gangguan di tulang rawan telinga diikuti munculnya pendarahan internal dan berlebihannya pertumbuhan jaringan telinga.

    Penyumbatan

    Ini sebenarnya bukan penyakit, tapi sangat mengganggu yaitu Produksi kotoran yang berlebihan bisa menyumbat saluran telinga.

    Perikondritis

    Infeksi ini akibat luka cedera, gigitan serangga, dan bisul daun telinga. Penyakit yang merusak dan menahun ini menunjukkan gejala ringan sehingga sering tidak disadari.

    Tinnitus

    Gejala tinnitus berupa bunyi berdengung, berdesir. Biasanya penyakit ini akan menghilang tanpa disadari, tapi tinnitus yang tidak diobati akan memicu tumor telinga. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Ridwan Kamil Hadirkan Jabarano Cafe Pertama di Australia
    Kesenian Benjang Meriahkan Ngabar Mr Jun & Budi Arab
    Jadi Dubber Film Animasi Riki Rhino, Ini Pengalaman Pertama bagi Emil
    Dapat Predikat PG-13, Film Mulan tak Bisa Ditonton Anak-anak

    Editorial