blog counter

Marhaban Ya Ramadan



Marhaban Ya Ramadan
ilustrasi net

KEMENTERIAN Agama melalui sidang isbat 2019, menetapkan awal Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Minggu (5/5/2019) malam. Dengan demikian, Senin (6/5/2019) umat Islam di Indonesia sudah mulai berpuasa.

Tentunya datangnya Bulan Suci Ramadan ini begitu istimewa bagi kaum muslimin. Banyak makna yang terdapat di Bulan Puasa ini. Dari mulai penentuan waktu awal dimulainya ibadah puasa, hingga amalan-amalan ibadah yang bisa diperoleh umat Islam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun sama, ada perbedaan dari kalangan umat sendiri dalam menentukan dimulainya puasa.

Untuk 2 ormas Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, pada tahun ini menyepakati hari yang sama untuk memulai berpuasa, kendati keduanya menggunakan metode yang berbeda dalam menentukan awal Ramadan. Namun sebagian saudara-saudara kita ada juga yang sudah memulai puasa sejak Sabtu (4/5/2019) atau Minggu (5/5/2019) kemarin.

Seperti jamaah Naqsabandiyah di Sumatera Barat dan jamaah tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Al Jalaliyah di Sumatera Utara menetapkan awal Ramadan tahun 2019 dan memulai berpuasa pada Sabtu (4/5/2016), atau selisih 2 hari dari keputusan Kementerian Agama.

Perbedaan penetapan awal puasa ini bukan untuk kali pertama. Pada tahun-tahun sebelumnya juga jamaah Naqsabandiyah sudah berpuasa 2 hari lebih cepat dari penetapan pemerintah. Begitu pun dengan jamaah Tariqat Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah yang memulai puasa 1 hari lebih awal.

Tentunya perbedaan penentuan awal puasa ini, tidak boleh menjadikan umat Islam di Indonesia berselisih. Apalagi perbedaan penentuan awal Ramadan ini hanyalah persoalan metode atau cara untuk mengetahui awal puasa.

Dengan metode yang berbeda, yakni dengan cara melihat kemunculan hilal berdasarkan pergerakan bulan, dan melalui penanggalan kalender, tentu kemungkinan menghasilkan kesimpulan yang berbeda cukup besar. Namun yang jelas, perbedaan tidak boleh membuat umat terpecah.

Bukankah kita diciptakan memang berbeda-beda, bergolong-golongan. Bukankah justru perbedaan itu indah dan bisa mempersatukan kita. Makna yang paling penting selama Ramadan ini, tentunya adalah makna ibadah.

Kita sudah mahfum bahwa berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam sesuai dengan Rukun Islam ketiga, yang diatur langsung dalam Alquran. Selama menjalankan ibada-ibadah di Bulan Suci ini, Allah SWT pun menjanjikan limpahan rahmat yang besar, berbeda dengan bulan-bulan lainnya.

Di tengah-tengah ibadah kita melawan hawa nafsu dengan menahan lapar dan dahaga, serta syahwat dan nafsu lainnya, apapun hal baik yang dilakukan umat Rasulullah Muhammad Saw di bulan Ramadan ini akan berbuah pahala. Bahkan tidurnya orang berpuasa pun merupakan ibadah yang mendapatkan ganjaran pahala. Dan bau mulutnya orang berpuasa diibaratkan lebih harum dibanding bunga Kasturi.

Sedangkan pada sepertiga akhir Ramadan, Allah SWT menjanjikan datangnya malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. Di malam itu, Allah SWT menjanjikan pahala lebih besar dibanding pahala beribadah dalam seribu bulan.

Di luar nilai ibadah tersebut, berpuasa pun memberikan manfaat kesehatan bagi yang menjalankannya. Berpuasa atau menghentikan aktivitas makan minum selama sekitar 12 jam seperti dilakukan umat Islam di bulan Ramadan, justru berdampak baik bagi kesehatan.

Dengan diistirahatkannya organ-organ pencernaan, memberi waktu bagi organ-organ tubuh itu untuk beregenerasi dan memperbaiki fungsinya. Ibarat mesin yang diistirahatkan dan diperbaiki sehingg bisa berfungsi lebih maksimal lagi ke depannya.

Dengan berbagai keutamaan dan manfaat yang bisa diperoleh selama Ramadan ini, tak salah jika kaum muslimin sangat gembira menyambut datangnya bulan penuh berkah ini. Kita pun wajib bersyukur kepada Allah SWT, karena masih diberi kesempatan berjumpa dengan Ramadan, dan berkesempatan mendapatkan limpahan pahala selama menjalankan ibadah Ramadan.

Semoga, kita semua masih diberi kesempatan kembali berjumpa dengan Ramadan-ramadan di tahun-tahun berikutnya. Marhaban ya Ramadan, selamat datang Ramadan, bulan penuh berkah. Mar sambut Bulan Suci Ramadan dengan hati yang lapang. Selamat menjalankan ibadah puasa. (*)

Oleh: deni mulyana sasmita / den

0 Komentar
Tinggalkan Komentar
Cancel reply
0 Komentar
Tidak ada komentar
Berita Lainnya
Seperti Sedang Perang, Kita Bertempur Melawan Pasukan Virus Covid-19
Memilih Pemimpin yang Amanah di Pilkada Serentak 2020
Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
Berita Terdahulu

Editorial


    Data Statik Covid-19


    DATA COVID-19 INDONESIA

    😷 Positif:

    😊 Sembuh:

    😭 Meninggal:

    (Data: kawalcorona.com)

    Klasemen Liga Dunia

    Tim M Point
    1. Manchester City 22 56
    2. Chelsea 22 43
    3. Liverpool 20 42
    4. West Ham United 21 37
    Tampilkan Detail

    Klasemen Liga Indonesia

    Tim M Point
    1 Madura United 10 23
    2 PSM Makassar 9 21
    3 Bali United 10 21