ultah bandung

Hot News


Inspirasi


    Hiswana Migas Larang Keras Industri Pakai Gas 3 Kg
    net

    Hiswana Migas Larang Keras Industri Pakai Gas 3 Kg

    JuaraNews, Garut – Masyarakat mampu dan pengusaha/industri dilarang untuk menggunakan elpiji 3 kg sebagai sarana proses produksi memasaknya. Pasalnya akibat masih banyaknya pengusaha/industri yang menggunakan elpiji 3 kg membuat keberadaan gas bersubsidi ini menjadi langka di masyarakat.

    Imbauan tersebut seperti yang disampaikan oleh Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kabupaten Garut yang mengingatkan agar warga yang ekonominya mampu jangan membeli gas 3 kg agar tidak mengganggu kebutuhan warga ekonomi rendah yang menyebabkan kelangkaan gas di pasaran. "Persoalan kelangkaan epiji 3 kg ini karena banyak pengusaha/industri yang kerap memakai gas 3 kg dengan jumlah banyak,” ucap Ketua Hiswana Migas Kabupaten Garut Sobur Kuswandar, Minggu (29/5/2016).

    Dia mensinyalir beberapa faktor penyebab kelangkaan gas subsidi 3 kg di antaranya dugaan spekulasi pengecer dan perilaku warga ekonomi mampu memborong gas tersebut. Hal ini diperparah dengan tidak adanya kesadaran dari warga yang ekonominya mampu yang kerap memborong gas 3 kg untuk kebutuhan dapur mereka.

    Pihaknya memastikan pendistribusian gas 3 kg di pasaran lancar dan tidak akan terjadi kelangkaan di bulan Ramadan ini karena pihak Pertamina akan menambah kuota dari kondisi normal. Jika setiap harinya gas yang didistribusikan di wilayah Garut sebanyak 45 ribu tabung 3 kg atau setara dengan 1,2 juta tabung setiap bulannya. Rantai pendistribusian gas 3 kg di Garut tercatat ada empat SPBE, 28 agen, dan 500 pangkalan.

    “Pendistribusian gas 3 kg ini akan terus dipantau untuk mencegah terjadinya kecurangan. Tapi jika ada yang curang dan itu ketahuan apalagi di bulan Ramadan ini Pertamina akan menambah kuotanya, maka keanggotaan mereka akan dihapuskan dan diganti,” tegasnya. (*)

    yan

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Upah Minimum Provinsi Jabar 2021 Kemungkinan takkan Naik
    Waduk Darma Kuningan Terus Dipoles sebagai Destinasi Wisata Air Internasional
    Ridwan Kamil: Orisinalitas dan Keramahan Syarat Pariwisata Berkelanjutan
    BI dan OJK Berkomitmen Bantu Pemulihan Ekonomi Jabar
    Momentum Hari Bhakti Postel ke-75, Pos Indonesia Mantapkan Transformasi Digital
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads