web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Hamdi, Pengusaha Muslim Teladan dari Amerika
    Hamdi Ulukaya (tengah) diapit karyawannya.

    Hamdi, Pengusaha Muslim Teladan dari Amerika

    JuaraNews – Puluhan tahun lalu, Hamdi Ulukaya, 46, hidup terlunta-lunta di Amerika Serikat. Imigran muslim berdarah Kurdi ini tak punya uang dan pekerjaan. Namun dia tak menyerah keadaan. Semua pekerjaan dia jalani demi menyambung hidup.

    Berkat kegigihannya, Hamdi kini sukses menjadi pengusaha kaya raya. Pria kelahiran Erzincan, Turki, 26 Oktober 1972 ini, pendiri dan pemilik perusahaan yogurt dengan nilai aset mencapai USD3-5 miliar. Titik balik kehidupan Hamdi bermula pada 2005. Saat itu dia mengajukan pinjaman modal kredit lunak ke bank.

    Ajuan itu disetujui. Dengan modal tersebut, Hamdi membuka usaha pembuatan yogurt bercita rasa Yunani yang diberi merek Chobani. Rupanya, produk Hamdi disukai masyarakat. Usaha Hamdi berkembang pesat hingga pada 2007, dia membangun pabrik modern dengan 2.000 karyawan di Kota Edmeston. Berkat kesuksesannya itu, pada 2013, Hamdi masuk masuk daftar Ernst & Young World Entrepreneur Of The Year.

    Namun, Hamdi tak lupa diri. Dia tetap menapak bumi. Kesuksesan tak diraihnya sendiri. Karena itu, Hamdi kerap menyumbang untuk pengungsi dan orang-orang teraniaya akibat perang saudara di Irak dan Suriah. Bahkan beberapa waktu lalu namanya makin jadi buah bibir dunia.

    Hamdi menyumbangkan saham senilai USD2 juta atau 10% kepada seluruh karyawannya yang sebagian besar merupakan korban konflik di negara. Langkah itu dipuji masyarakat Amerika Serikat. Bahkan calon presiden Hillary Clinton memuji langkah Hamdi.

    “Pemberian saham ini bukan hadiah untuk karyawan melainkan ikrar bersama membangun perusahaan dan masa depan mereka. Yang terpenting, karyawan merasa memiliki perusahaan dan bekerja lebih giat. Chobani tak akan bisa menjadi sebesar sekarang tanpa mereka,” kata Hamdi.

    ABC News melansir, saat kebijakan pembagian saham itu diumumkan, Hamdi memeluk nyaris semua pegawainya satu per satu di dalam pabrik. Para karyawan menerima map putih berisi keterangan jatah saham mereka dengan suka cita. Tak sedikit yang meneteskan air mata haru.

    New York Times memperkirakan aset Chobani bernilai USD3-5 miliar. Jika perusahaan yogurt itu dijual, karyawan paling yunior akan memperoleh minimal USD150.000 atau setara Rp2 miliar. Sedangkan karyawan senior memiliki saham senilai USD1 juta atau Rp13 miliar. Sementara saat ini, Chobani dalam keadaan sangat sehat. Dua tahun lalu, perusahaan modal ventura TPG menanamkan modal senilai USD750 juta untuk ekspansi bisnis. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Terkait


    Berita Lainnya


    Daan Mogot, Pahlawan Nasional Termuda
    5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
    Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
    Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh
    Ini Masjid Tempat Salat Jumat setelah Proklamasi

    Editorial