Pos Indonesia

Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Inilah Sosok Ketua Golkar Jabar Terpilih
    net Dedi Mulyadi bersama Irianto MS Syafiudin.

    Inilah Sosok Ketua Golkar Jabar Terpilih

    JuaraNews, Bandung - Naman Dedi Mulyadi mungkin saat ini bukan hanya milik warga Purwakarta. Publik di luar kabupaten itu sudah banyak yang mengenalnya. Terlebih lagi setelah Dedi menjadi sosok kontroversial belakangan ini.

    Belakangan nama Dedi Mulyadi diperbincangkan karena diduga menjadi orang yang berada di balik gugatan masyarakat Sunda tentang plesetan salam 'sampurasun', yang diucapkan Habib Rizieq.

    Dedi juga diserang balik sebagai pemimpin yang menyimpang dari ajaran agama Islam karena sejumlah sikap dan keputusannya. Dedi dikatakan keluar dari ajaran Islam karena dikatakan telah menikah dengan Nyi Roro Kidul, tokoh gaib di Laut Selatan. Dedi juga diserang kelompok yang kontra dengannya karena dianggap menganut ajaran Hindu dengan pakaian dan bunga kamboja di telinganya.

    Kontroversi lainnya muncul karena Dedi mendesain Kabupaten Purwakarta dengan berbagai patung dan aksesoris yang dikatakan mengacu kepada kebudayaan Sunda. Namun acuan ini justru dikritik memunculkan budaya Hindu karena menampilkan patung-patung dan aksesoris kota seperti di Bali. Terakhir, patung Arjuna yang terletak di Wanayasa dibakar orang tak dikenal.

    Kontroversi ini rupanya membuat Dedi semakin banyak diperbincangkan dan dikenal orang. Dan kini, Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta itu, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Jabar, dalam Musyawarah Daerah partai tersebut, Sabtu (24/4/2016). Pesaingnya Yance atau Irianto MS Safyiudin mengundurkan diri sehingga memuluskan Dedi menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Jabar.

    H Dedi Mulyadi, lahir di Sukasari, Subang, 11 April 1971. Pria berkumis tipis ini merupakan putra bungsu dari 9 bersaudara. Ayahnya, Sahlin Ahmad Suryana adalah pensiunan Tentara Prajurit Kader, yang meninggal di usia 28 tahun akibat sakit yang dideritanya, dampak racun dari mata-mata kolonial. Sang ibu bernama Karsiti, yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah, namun dia seorang aktivis Palang Merah Indonesia (PMI). Dedi mengaku ketika kecil sering membantu ibunya mengembala domba dan berladang.

    Sementara sang istri, Hj Anne Ratna Mustika, mantan mojang Purwakarta yang juga keponakan dari Bunyamin Dudih, Bupati Purwakarta Periode 1993-2003. Dari pernikahan dengan Anne, Dedi dikaruniai 2 anak, yaitu Maulana Akbar Ahmad Habibie dan Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip.

    Sebagai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dilantik pada 13 Maret 2008. Sebelumnya Dedi adalah wakil bupati Purwakarta, saat kabupaten ini dipimpin oleh Bupati Lily Hambali Hasan. Pada Pilkada 2013, Dedi Mulyadi terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk kedua periode kedua kalinya. Dalam Pilkada ini Dedi berpasangan dengan Dadan Koswara.

    Karier politik Dedi dimulai ketika terpilih menjadi anggota DPRD Purwakarta pada periode 1999-2004 dan menjabat sebagai Ketua Komisi E. Pada 2003, Dedi ikut mencalonkan menjadi wakil bupati Purwakarta dan berpasangan dengan Lily Hambali Hasan. Pada 2008, dia mencalonkan diri sebagai bupati Purwakarta periode 2008-2013 berpasangan dengan Dudung B Supardi, dan menjadi bupati Purwakarta pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Pada periode selanjutnya, dia terpilih kembali menjadi bupati Purwakarta periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara.

    Sebelum menjadi pejabat, Dedi kenal sebagai aktivis sejak mahasiswa. Dia pernah menduduki sebagai Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Senat Mahasiswa STH Purnawarman Purwakarta, Wakil Ketua GM FKPPI Tahun (2002), Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia (2002), Sekretaris KAHMI Purwakarta (2002), Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Purwakarta (2005-2015), dan Ketua DPC Partai Golkar Purwakarta (2004-2007). Kini Dedi pun menjadi salah seorang wakil ketua di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purwakarta. (*)

    Oleh: ude gunadi / ude

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Tiru Langkah Kota Bandung, PKS Usung Wabup Gun Gun sebagai Calon Bupati
    Mini Lab Food Kota Bandung Masuk 15 Inovasi Terbaik Indonesia
    Di masa AKB, Diskar Kota Bandung Konsisten Laksanakan Disinfektan
    Simulasi Olahraga di Bandung, Harus Izin Gugus Tugas
    PMII Kabupaten Bandung Beraudiensi dengan Polresta Bandung
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center
      Buku Wagun
      walikota

      Info Kota


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads