Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Operasi Plastik Telah Ada Sejak Abad ke-6 SM
    Operasi plastik dalam manuskrip Sushruta Samhita.

    Operasi Plastik Telah Ada Sejak Abad ke-6 SM

    JuaraNews – Ternyata, bedah atau operasi plastik (Rhinoplasty) telah dikenal manusia sejak ribuan tahun silam. Ini terungkap lewat sebuah manuskrip kuno dari India bahwa operasi plastik telah dilakukan sejak abad ke-6 Sebelum Masehi (SM).

    Teknik Rhinoplasty dilakukan oleh tabib-tabib ayurveda, India. Dalam manuskrip Sushruta Samhita tertulis tentang rekonstruksi hidung manusia. Tabib Ayurveda mampu memperbaiki bentuk tubuh seperti hidung, alat kelamin, lubang telinga, dan bagian tubuh lain. Selama operasi berlangsung, pasien dibius menggunakan anggur berkadar alkohol tinggi, dan lintah.

    Dalam manuskrip Sushruta Samhita juga tertulis 300 prosedur operasi yang dibagi menjadi 8 kategori dengan 121 jenis alat bedah. Tak hanya itu, Sushruta juga menjelaskan tentang 1.120 penyakit dan obat-obatan dari hewan, tumbuhan, dan mineral.

    Pada abad ke-7, Sushruta Samhita diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab oleh Ibn Abillsaibial dengan judul Kitab Shah Shun al-Hindi atau Kitab i-Susurud. Kitab ini juga dibawa ke Eropa pada akhir Abad Pertengahan. Di Italia pada Abad Renaisans, keluarga Branca of Sicily dan dokter Gasparo Tagliacozzi dari Bolognese, familiar dengan teknik bedah yang dijelaskan dalam Sushruta Samhita.

    Sushruta Samhita membuat para dokter India sangat ahli dalam praktik bedah. Pada 1974, Gentleman's Magazine of London mendeskripsikan operasi plastik untuk merekonstruksi hidung Maratha, pengendara kereta yang dimutilasi oleh tentara Tipu Sultan. Prosedur yang digunakan dalam operasi itu, mirip dengan apa yang diajarkan oleh Sushruta, walaupun tidak mengambil kulit dari pipi, melainkan diambil dari dahi.

    Dulu, orang melakukan operasi plastik bukan untuk kecantikan atau ketampanan, melainkan kesehatan. Salah satunya adalah ketika anggota tubuh mereka rusak akibat perang. Di era modern, tercatat dua orang pertama yang menjalani bedah plastik.

    Orang pertama adalah, Willie Vicarage korban pertempuran Jutland pada 1916. Dokter Sir Arold Gilies yang merupakan Bapak Operasi Plastik, juga yang melakukan operasi terhadap Willie. Lantaran saat itu belum antibiotik, risiko infeksi sangat tinggi. Sir Arold menggunakan teknik tubed pedicle, memindahkan kulit dada atau dahi ke bagian lain di wajah.

    Kemudian yang kedua adalah, Walter Yeo, seorang pelaut dari Inggris. Dia harus melakukan operasi plastik karena wajahnya terluka cukup parah. Yeo kehilangan kelopak mata atas dan bawah akibat Perang Dunia II. Yeo juga mendapatkan perawatan dengan metode cangkok kulit pada 1917 oleh Sir Arold Gilies. (*)

     

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Pertanyaan Menggelitik: Apakah Covid-19 Benar-benar Ada?
    Populasi Serangga Makin Turun. Pertanda Kiamat Sudah Dekat? Ini Penjelasan Entomologis LIPI
    Hebat, Selandia Baru Sudah Menyatakan Bebas dari Covid-19
    Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3
    Seekor Bayi Gajah di Taman Safari Bogor Dinamai Covid19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Buku Wagun
      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads