Bank BJB top banner

Hot News


Opini


  • Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru
    Mewujudkan Rumah Impian bagi Guru

    MEMILIKI rumah merupakan impian setiap orang terlebih bagi seorang guru karena rumah termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

    Kementan Yakin Target 25 Juta Ton Jagung Tercapai



    Kementan Yakin Target 25 Juta Ton Jagung Tercapai

    JuaraNews, Bandung - Kementerian Pertanian (Kermentan) optimistis target produksi jagung nasional pada 2016 ini sebanyak 25 juta ton akan terpenuhi.

    "Kementerian kan dalama program pembangunannya selama 5 tahun fokus dengan 7 komoditas. Di antaranya Padi, Jagung, Kedelai (Pajale). Ketiga ini menjadi prioritas utama tidak bisa diganti atau disubtitusi," kata Kepala Badan Karantina

    Kementerian Pertanian Banun Harpini di sela-selan panen raya bjagung di Desa Maragaasih, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (16/3/2016).

    Menurut Banun, Jabar merupakan tulang punggung nasional untuk kebutuhan jagung dan padi. Namun untuk kedelai, di Jabar memang tidak terlalu banyak lahan yang cocok.

    Banun menambahkan, kebutuhan nasional akan jagung terutama untuk pakan ternak berkisar 4 hingga 5 juta ton. Namun pihaknya mengaku jika pemerintah masih mengimpor jagung untuk menutupi kekurabgan.

    "Tapi tahun ini, target swasembada dalam negeri bisa dicapai dengan sangat realistis. Kami juga sudah melakukan penghitungan potensi masing-maisng wilayah di Indonesia," ujar Penanggung Jawab upaya Khusus Provinsi Jabar ini.

    Banun mengungkapkan, Kementan akan merangsang petani jagung agar selalu menanam jagung secara berkelanjutan yakni dengan memberikan harga ideal. Dengan harga ideal ini, para petani akan termotivasi untuk kembali menanam jagung. Selain itu, petani juga akan mencari teknologi penanaman jagung dengan sendirinya jika harga ideal jagung tersebut bisa memberikan keuntungan.

    "Jadi kami tidak akan repot-repot untuk menyuruh petani, misal menggunakan sistem tanam Jajar Legowo. Mereka justru akan mencari sendiri teknologi tanamnya," kata Banun.

    Pemerintah, tambah Banun, juga telah meminta agar jagung hasil panen petani diserap Bulog. Peranan Bulog dalam menyerap hasil panen jagung petani tersebut dapat menstabilkan harga jagung di tingkat petani, dan menstabilkan stok pasokan jagung nasional. Sehingga, mata rantai perdagangan jagung menjadi efektif dan distribusi jagung secara nasional terkontrol.

    "Sudah ada patokan harga untuk jagung hibrida yakni Rp3.150 per kg. Kalau  harga turun, Bulog tetap wajib membeli dan menyerap," kata dia. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Kehati-hatian Agro Jabar Diharap Sukseskan Program Petani Milenial
    Jabar Ekspor 23 Ton Kelapa Parut ke Kosta Rika
    Digitalisiasi bank bjb Permudah Optimalisasi Pendapatan Daerah
    Pemprov Jabar-DKI Jalin Kerja Sama di Bidang Pangan dan UMKM
    Tandamata, Tanda Cinta bank bjb
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan
      iklan qposaja

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads