Hot News


JN-TAM

Inspirasi


    Natal, Toleransi dan Kebersamaan

    Natal, Toleransi dan Kebersamaan

    • Kamis, 25 Desember 2014 | 03:54:00 WIB
    • 0 Komentar

    HARI Raya Natal, dirayakan serentak oleh miliaran umat Kristian, termasuk di Indonesia, Kamis (25/12/2014). Perayaan malam Natal kali ini pun berjalan aman dan damai. tanpa terjadi sesuatu gangguan yang bisa mengurangi khidmatnya Natal.

    Di Kota Bandung, misalnya, dengan pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian dibantu anggota TNI, Ormas Islam, serta lapisan masyarakat lainnya, umat Kristiani bisa dengan leluasa tanpa ada kekhawatiran dalam merayakan hari kelahiran Yesus Kristus tersebut sehingga bisa lebih memaknai Natal.

    Hari Natal sejatinya dirayakan khusus oleh umat Kristiani. Namun, tidak berarti pemeluk agama lain tidak merasakan kegembiraan dan kebahagiaan di hari tersebut. Karena itu, tak salah jika umat berbagai agama yang paling tidak, diwakili para pejabat publik memberikan selamat dan mengunjungi gereja-gereja tempat digelarnya misa Natal.

    Seperti yang dilakukan para tokoh lintas agama yang melakukan silaturahmi ke Gereja Katedral Santo Petrus, Jalan Merdeka Kota Bandung di malam menjelang datangnya Hari Raya Natal, Rabu (24/12/2014) malam. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bersama Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Muhammad Iriawan juga datang mengunjungi Gereja Katedral, yang disambut Pastor Kepala Gereja Katedral Leo van Beurden dan Pemimpin Gereja Katolik Jabar Mosinyur Antonius Sobiakto.

    Kedatangan para petinggi ke gereja tersebut, selain sebagai penghormatan juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani yang merayakan Natal. Tentunya sebuah pemandangan indah, saat para pemimpin yang notabene berbeda keyakinan bisa duduk bersama dengan saling menghormati.

    Tentunya sikap yang ditunjukkan tersebut harus menjadi teladan bagi umat semua agama. Bahwa tak ada sekat-sekat agama dalam pergaulan bermasyarakat dan bernegara. Apalagi, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menjunjung tinggi kebebasan beragama ini, semua warga negara bebas beragama dan menjalankan ajaran agamanya tanpa harus takut mendapat tekanan atau intimidasi dari pemeluk agama lainnya. Termasuk, intimidasi dari agama mayoritas terhadap minoritas.

    Pertentangan antaragama, tak boleh lagi di negeri ini. Karena, memeluk agama dan beribadah menurut agamanya merupakan hak asasi setiap manusia Indonesia yang dijamin dalam UUD 1945.

    Tentu akan sangat indah dan damai Indonesia ini, jika semua warganya bisa menjunjung tinggi toleransi. Juga turut berbahagia saat pemeluk agama lain merayakan hari raya keagamaannya. Karena kita semua memang satu, yakni warga negara Indonesia. Momen kasih Natal yang pada tahun ini mengambil tema “Damai Sejati Mulai dari Diri Sendiri”ini semoga mengilhami seluruh masyarakat Indonesia akan indahnya kebersamaan. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
    Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
    Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
    Teladani Semangat Pahlawan
    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Arsenal 2 6
      2. Tottenham Hotspur 2 6
      3. Liverpool 2 6
      4. Everton 2 6
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6