Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Jessica Cox, Pilot yang Tak Punya Tangan
    Jessica Cox dan pesawatnya.

    Jessica Cox, Pilot yang Tak Punya Tangan

    • Senin, 29 Februari 2016 | 13:15:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Satu lagi kisah disabilitas yang mampu mengalahkan keterbatasan. Kemampuan penyandang disabilitas satu ini sangat menakjubkan, mengendarai pesawat terbang. Dia adalah, Jessica Cox yang sejak lahir tak memiliki dua tangan.

    Meski tanpa tangan, Jessica tak pernah mau menyerah. Perempuan asal Tucson, Arizona, Amerika Serikat ini mampu melakukan banyak hal yang bahkan orang normal pun belum tentu bisa mengerjakannya. Selain bisa mengemudikan pesawat terbang, Jessica mampu membuka kaleng, bermain piano, mengemudi mobil, menyelam, memanjat tebing, berselancar, bahkan menguasai ilmu bela diri karate.

    Semua aktivitas tersebut dilakukan Jessica menggunakan dua kakinya. "Kata kuncinya adaptasi. Karena terlahir  tanpa kedua tangan, saya jadi terbiasa menggunakan kaki untuk beraktivitas dan mengerjakan segala sesuatu," kata Jessica, 32.

    Kemampuan Jessica yang melampaui keterbatasannya telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. Dia menjadi orang tanpa lengan pertama yang meraih sabuk hitam dalam kejuaraan olahraga bela diri ATA Martial Arts.

    Hebatnya lagi, Jessica tercatat dalam Guinness World Record sebagai manusia tanpa lengan pertama yang mampu menerbangkan pesawat dan meraih sertifikat pilot.  Catatan rekor itu diraih Jessica setelah menerbangkan pesawat dengan ketinggian 10.000 kaki. "Sejak kecil saya telah bercita-cita menerbangkan pesawat," kata perempuan kelahiran 1983 ini.

    Kini Jessica telah mewujudkan impiannya itu. Bagi dia, disabilitas bukan halangan walaupun semula banyak orang meragukan kemampuannya dan menganggapnya mustahil. "Justru yang membuat saya frustrasi adalah pembatasan sosial terhadap disabilitas. Faktanya memang secara fisik saya tak punya tangan. Saya memutuskan untuk mengembangkan rasa percaya diri. Itu yang terpenting," ujar Jessica.

    Titik balik hidup Jessica dimulai pada usia 16 tahun. Ketika itu, dia bepergian sendirian dari Philadelphia ke Phoenix selama 11 hari. Petualangan itu membuat Jessica sadar, harus bisa mengurus diri sendiri dengan segala keterbatasan.

    Sejak itu, Jessica bertekad melakukan apapun yang menurut orang mustahil. Seperti, menaklukkan ombak dalam olahraga surfing, memanjat tebing, main piano, dan menunggang kuda. Berkat kemampuannya yang luar biasa itu, kini Jessica menjadi motivator, bintang film, dan penulis buku.

    Sekadar untuk dikethaui, kondisi yang dialami Jessica disebut congenital amputee. Setidaknya 1 dari 2.000 bayi yang terlahir di dunia mengalami kondisi tanpa tungkai dan lengan tangan. Kondisi tersebut bisa terjadi akibat gangguan gen atau faktor lain seperti konsumsi obat yang salah oleh ibu yang tengah mengandung. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pertanyaan Menggelitik: Apakah Covid-19 Benar-benar Ada?
    Populasi Serangga Makin Turun. Pertanda Kiamat Sudah Dekat? Ini Penjelasan Entomologis LIPI
    Hebat, Selandia Baru Sudah Menyatakan Bebas dari Covid-19
    Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3
    Seekor Bayi Gajah di Taman Safari Bogor Dinamai Covid19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Buku Wagun
      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads