Ini Alasan Menpora, Pemerintah Ogah Gabung Tim AD-
Net Imam Nahrawi

Ini Alasan Menpora, Pemerintah Ogah Gabung Tim AD-

  • Kamis, 18 Februari 2016 | 10:22:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews - Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan, pemerintah masih belum mau bergabung dengan Komite Ad-Hoc jika prasyarat yang diberikan belum dipenuhi.

Imam bahkan mengklaim Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merasa tersinggung kepada ketua Komite Ad-Hoc Agum Gumelar terkait keberadaaan tim bentukan FIFA tersebut. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah masih memegang komitmen dengan prasyarat yang mereka ajukan.

“Hanya melaporkan ke Wapres bahwa saya sudah bertemu Pak Agum, bagaimana Pak Agum ingin pemerintah segera mencabut pembekuan dan sebagainya. Tentunya kami juga menyampaikan prasyarat yang kami berikan harus dilaksanakan dengan baik, dan komitmennya masih dipegang,” kata Imam seperti dikutip Goal Indonesia.

Dia menegaskan, prasyarat yang diajukan pemerintah. “Mereka mau enggak berubah? Harus ada KLB [kongres luar biasa], harus ada pemenuhan hak-hak yang digariskan oleh FIFA, statuta FIFA dan sebagainya.” tegas dia.

Imam juga menegaskan kepada Wapres alasan pemerintaah belum mau bergabung dengan tim Ad-Hoc. “Kepada wapres kita sampaikan, pemerintah belum bisa bergabung dengan tim Ad-Hoc sampai pembenahan itu betul-betul dilakukan dengan baik. Tanda-tanda itu harus ditunjukkan kepada pemerintah.” jelas menpora.

Imam pun akan melaporkan hasil pertemuan dengan ketua Komite Ad-Hoc Agum Gumelar kepada Presiden Joko Widodo. “Berikutnya kami akan laporkan ke Presiden (Joko Widodo), Wapres juga akan melaporkannya. Pak Wapres mengingatkan ke Pak Agum, pemerintah sedikit tersinggung, karena yang diharapkan adalah adanya Tim Kecil bersama pemerintah dan PSSI, maupun FIFA dan AFC. Tapi kenyataannya ada tim Ad-Hoc. Pak Wapres mengingatkan itu. Kita lihat nanti setelah presiden pulang dari Amerika Serikat. Kita laporkan semuanya,” dia kembali menegaskan.

Imam pun optimistis tim nasional Indonesia bisa berlaga di Asian Games 2018, karena permasalahan sepakbola nasional akan berakhir sebelum perhelatan multievent empat tahunan Asia tersebut. Menurut Imam, timnas membawa nama negara, bukan FIFA maupun konfederasi sepakbola Asia (AFC).

“Tapi prinsipnya adalah sebelum Asian Games semua ini harus selesai. Artinya, di Asian Games Indonesia harus ikut dalam cabor olahraga itu,” tegas Imam.

“Kita bicara SEA Games, Asian Games, pasti kita ingin mengharumkan merah putih. Kalau bicara merah putih tidak bisa dong lari dari wilayah hukum Indonesia, dan selalu itu yang didengung-dengungkan timnas, timnas. Timnas itu merah putih, bukan FIFA atau AFC. Di situ mereka punya kepentingan.” pungkas dia. (*)

don

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Pelatih Shin Tae Yong akan Benahi Fisik Pemain Timnas Indonesia
PSM Ingin Akhiri Kompetisi dengan Kemenangan Tandang
Meski Kalah oleh Persib, Pelatih Badak Lampung Apresiasi Penampilan Pemainnya
Sudah Pasti Degradasi, Badak Lampung Janjikan Tampil Maksimal
Lawan Persib Jadi Laga Emosional Bagi Bojan Malisic

Editorial


    Jadwal Liga


      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6