web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Stadion GBLA Berpeluang Dipakai Pembukaan PON 2016
    net Stadion Gelora Bandung Lautan Api

    Stadion GBLA Berpeluang Dipakai Pembukaan PON 2016

    • Kamis, 11 Februari 2016 | 04:09:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - STADION Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berpeluang untuk digunakan sebahai venue pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 Jabar, September mendatang.

    Hal tersebut memungkinkan setelah Bareskrim Mabes Polri menyerahkan kembali pengelolaan GBLA ke Pemkot Bandung yang ditandai melakukan mutual check 0 (MC-0) atau penghitungan kuantitas pekerjaan terlebih dulu terhadap stadion GBLA, Rabu (10/2/2016).

    Kabareskrim Polri Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan, kasus dugaan korupsi GBLA sudah masuk dalam tingkat penyidikan. Karena itu, sebagai tanda penyerahan kembali gedung GBLA kepada wali Kota Bandung, maka pihaknya melakukan MC O.

    "Seperti apa, nanti akan kita rekam kondisinya seperti apa," jelas Anang Iskandar kepada wartawan di sela-sela pengecekan kembali di Stadion GBLA, Rabu (10/2/2016).

    "Saya bawa tim ahli untuk merekam kondisi gedung, anggotanya 12 orang dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, kurang lebih seminggu atau 2 minggu ini akan selesai dilakukan pemeriksaan. Setelah itu akan resmi diserahkan kepada wali kota untuk dilakukan perbaikan perbaikan," sambungnya.

    Meski perbaikan bisa dilakukan, Anang menegaskan, proses hukum kasus GBLA tetap berjalan. Namun Polri tetap mendukung pemerintah, khususnya soal pengelaran PON 2016 di Jabar.

    "Karena itu, dalam rangka mendukung pemerintah daerah, kita serahkan kembali gedung ini untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Bandung," katanya.

    Anang mengatakan, pada pelaksanaan pengecekan, tim ahli akan memeriksa bagaimana kondisi dari gedung GBLA tersebut. Terlebih hasilnya nanti akan menjadi masukan bagi pengadilan.

    Soal bisa atau tidaknya GBLA digunakan untuk PON, menurut Anang, hal itu menjadi kewenangan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang sekaligus sebagai Ketua PB PON.

    "Itu nanti, itu urusan Pak Gubernur. Tapi dengan MC 0 akan ketahuan nanti. Ngomongnya setelah hasil penelitian. Ini menandai dimulainya boleh diperbaiki. Penyerahannya nanti setelah MC 0," katanya.

    Aher sendiri mengapresiasi dengan langkah Bareskrim tersebut. Pihaknya pun akan menunggu hasil dari MC 0 tersebut.

    "Kita sangat menghormati kehendak masyarakat Bandung dan Jabar untuk supaya pembukaan dan penutupan PON itu di GBLA. Karena itu, kita mohon doa, mudah mudahan, semenjak MC 0, mungkin resminya akan diserahkan minggu depan oleh Breskrim. Semenjak itu, kita akan memperbaiki. Doakan mudah-mudahan perbaikan cepat, cepat diperbaiki tuntas, dan selesai segala hal dalam MC 0," papar Aher di tempat yang sama.

    Setelah MC 0 dilakukan, sambung Aher, pihaknya akan berkoordinasi dengan KONI pusat.  "Saya sebagai ketua PB PON oke, ingin untuk opening dan closing ceremoni di GBLA. Tapi nanti kita konsultasikan dulu ke KONI, dengan segala persyaratannya. Kalau kata KONI cocok dan ya, maka kita punya untuk pembukaan dan penutupan di GBLA," ungkapnya.

    Untuk anggaran perbaikan stadion ini, sambung Aher, akan ditangani pihak kontraktor. Sehingga tidak akan menggunakan anggaran APBD lagi. Penanganan perbaikan sendiri menjadi kewenangan Pemkot Bandung.

    "Untuk anggaran perbaikan tanggungjawab kontraktor, ga ada APBD. Untuk detil perbaikan, nanti setelah MC nol. Yang jelas kalau anggaran perbaikan ga ada masalah, yang jelas kita ingin perbaikannya cepat," katanya.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap proses perbaikan stadion GBLA bisa dilakukan dengan cepat, bahkan pihaknya menargetkan bisa dilakukan dalam 3 bulan ke depan.

    "Saya pingrnnya 3 bulan. Makanya saya rapat dulu. Mudah mudahan bisa dipenuhi kontraktor. Yang jelas, saya pasti push mereka kerja siang-malam. Kalau kondisi bangunan seperti ini sudah banyak, ini hal biasa," katanya.

    Menurutnya, kondisi kerusakan di GBLA sebetulnya tidak terlalu parah. Bahkan hal itu masih bisa diperbaiki.

    "Ini masalahnya sederhana, ini tanah rawa, rawa itu bergerak ke dalam dan samping. Harusnya dari awal mengggambarnya, itu dihitung dengan cermat. Harusnya ga ada pondasi pendek, Pondasi pendek ini yang jadi masalahnya, dia turun dan bergeser," ujar Emil. (*)

    GBLA Berpeluang Dipakai Pembukaan PON 2016-
    JuaraNews, Bandung - Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berpeluang untuk digunakan sebahai venue pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 Jabar, September mendatang.

    Hal tersebut memungkinkan setelah Bareskrim Mabes Polri menyerahkan kembali pengelolaan GBLA ke Pemkot Bandung yang ditandai melakukan mutual check 0 (MC-0) atau penghitungan kuantitas pekerjaan terlebih dulu terhadap stadion GBLA, Rabu (10/2/2016).

    Kabareskrim Polri Komjen Pol Anang Iskandar mengatakan, kasus dugaan korupsi GBLA sudah masuk dalam tingkat penyidikan. Karena itu, sebagai tanda penyerahan

    kembali gedung GBLA kepada wali Kota Bandung, maka pihaknya melakukan MC O.

    "Seperti apa, nanti akan kita rekam

    kondisinya seperti apa," jelas Anang Iskandar kepada wartawan di sela-sela pengecekan kembali di Stadion GBLA, Rabu (10/2/2016).

    "Saya bawa tim ahli untuk merekam kondisi

    gedung, anggotanya 12 orang dari berbagai latar

    belakang disiplin ilmu, kurang lebih seminggu

    atau 2 minggu ini akan selesai dilakukan

    pemeriksaan. Setelah itu akan resmi diserahkan

    kepada wali kota untuk dilakukan perbaikan

    perbaikan," sambungnya.

    Meski perbaikan bisa dilakukan, Anang menegaskan, proses hukum kasus

    GBLA tetap berjalan. Namun Polri tetap mendukung pemerintah, khususnya soal pengelaran PON 2016 di Jabar.

    "Karena itu, dalam rangka mendukung pemerintah daerah, kita serahkan kembali gedung ini untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Bandung,"

    katanya.

    Anang mengatakan, pada pelaksanaan pengecekan,

    tim ahli akan memeriksa bagaimana kondisi dari

    gedung GBLA tersebut. Terlebih hasilnya nanti

    akan menjadi masukan bagi pengadilan.

    Soal bisa atau tidaknya GBLA digunakan untuk PON, menurut Anang, hal itu menjadi kewenangan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang sekaligus sebagai Ketua PB PON.

    "Itu nanti, itu urusan Pak Gubernur. Tapi dengan

    MC 0 akan ketahuan nanti. Ngomongnya setelah

    hasil penelitian. Ini menandai dimulainya boleh

    diperbaiki. Penyerahannya nanti setelah MC 0,"

    katanya.

    Aher sendiri mengapresiasi dengan langkah Bareskrim tersebut. Pihaknya pun akan menunggu hasil dari MC 0 tersebut.

    "Kita sangat menghormati kehendak masyarakat

    Bandung dan Jabar untuk supaya

    pembukaan dan penutupan PON itu di GBLA. Karena itu, kita mohon doa, mudah mudahan,

    semenjak MC 0, mungkin resminya akan diserahkan

    minggu depan oleh Breskrim. Semenjak itu, kita

    akan memperbaiki. Doakan mudah-mudahan perbaikan

    cepat, cepat diperbaiki tuntas, dan selesai

    segala hal dalam MC 0," papar Aher di tempat yang sama.

    Setelah MC 0 dilakukan, sambung Aher, pihaknya akan berkoordinasi dengan KONI pusat.

    "Saya sebagai ketua PB PON oke, ingin untuk opening dan closing ceremoni di GBLA. Tapi nanti kita konsultasikan dulu ke KONI, dengan segala persyaratannya. Kalau kata KONI cocok dan  ya, maka kita punya untuk pembukaan dan penutupan di gbla," ungkapnya.

    Untuk anggaran perbaikan stadion ini, sambung Aher, akan ditangani pihak

    kontraktor. Sehingga tidak akan menggunakan

    anggaran APBD lagi. Penanganan perbaikan sendiri menjadi kewenangan Pemkot Bandung.

    "Untuk anggaran perbaikan tanggungjawab

    kontraktor, ga ada APBD. Untuk detil perbaikan,

    nanti setelah MC nol. Yang jelas kalau anggaran

    perbaikan ga ada masalah, yang jelas kita ingin

    perbaikannya cepat," katanya.

    Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap proses perbaikan stadion GBLA bisa dilakukan dengan cepat, bahkan pihaknya menargetkan bisa dilakukan dalam 3 bulan ke depan.

    "Saya pingrnnya 3 bulan. Makanya saya rapat

    dulu. Mudah mudahan bisa dipenuhi kontraktor.

    Yang jelas, saya pasti push mereka kerja siang-malam. Kalau kondisi bangunan seperti ini sudah banyak, ini hal biasa," katanya.

    Menurutnya, kondisi kerusakan di GBLA sebetulnya

    tidak terlalu parah. Bahkan hal itu masih bisa

    diperbaiki.

    "Ini masalahnya sederhana, ini tanah rawa, rawa

    itu bergerak ke dalam dan samping. Harusnya

    dari awal mengggambarnya, itu dihitung dengan

    cermat. Harusnya ga ada pondasi pendek, Pondasi

    pendek ini yang jadi masalahnya, dia turun dan

    bergeser," ujar Emil. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Wali  Kota  Bandung  Intruksikaan DPU Cari Solusi Banjir di  Rancabolang
    Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Dinkes Bandung Pasang Thermal Sensor
    Jadwal dan Lokasi Tes Seleksi SKD CPNS Tahun 2020 Kota Bandung
    Pemkot Bandung Siap Fasilitasi, Mantan Penghuni BRSPDN Wyata Guna
    Nama Ridwan Kamil Disebut dalam Sidang Tipikor PD Pasar Bandung Bermartabat

    Editorial


      Info Kota