Yamaha Optimistis Capai Target 2 Juta Unit
NMax salah satu produk terbaru Yamaha.

Yamaha Optimistis Capai Target 2 Juta Unit

  • Selasa, 9 Februari 2016 | 14:09:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, JAKARTA – Di tengah kondisi perekonomian global dan regional yang lesu sehingga mengakibatkan produsen kendaraan asal Amerika Serikat menutup agen penjualannya di Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tetap optimistis penjualan produk kendaraan tetap stabil.

Bahkan Yamaha Indonesia tahun ini mematok target penjualan 2 juta unit sepeda motor. Target tersebut meningkat 200.000 unit dibandingkan realisasi 2015 sebesar 1,8 juta unit. "Realisasi pada 2015 tak mencapai target 2,55 juta unit. Permintaan pasar memang betul-betul turun, sangat drastis karena daya beli konsumen melemah," kata Asisten General Manager Marketing YIMM Mohammad Masykur di Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Target 2 juta unit pada 2016, ujar dia, adalah angka realistis. Sebab daya beli masyarakat di 2016 belum membaik akibat dampak lesunya perekonomian global. "Data hasil penjualan pada Januari  2016 belum ada sehingga kami belum bisa memberi gambaran. Namun target 2 juta unit tahun ini sangat realistis. Kami optimistis dapat tercapai‎," ujar dia.

Untuk merealisasi target tersebut, ungkap Masykur, Yamaha merilis tiga varian baru dari jenis matic dan motor besar. "Tiga produk baru Yamaha yakni, Fino, Aerox dan Xabre. Yang jadi andalan di segmen matic masih Mio," ungkap Masykur.

Dia memastikan, meski perekonomian lesu dan penjualan menurun, Yamaha tak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sama sekali. Jika pun ada karyawan yang tak lagi bekerja, umumnya bersifat kontrak yang habis masa kontraknya. “Kalau sudah habis kontrak kemudian tidak bekerja itu kan normal," tandas dia. (*)

 

Oleh: akbar aulia / bar

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Ambil Uang Pensiun, Ini Tips dan Panduan yang Dibuat Pos Indonesia
 PEMBAYARAN GAJI PENSIUN, POS INDONESIA TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN
Rupiah Menguat di Tengah Wabah Virus Corona
Pos Indonesia Terapkan Protokol Antisipasi Penyebaran Corona
Antispasi Serangan Virus Corona, Bank BJB Berlakukan Work Form Home

Editorial