Jepang Bangun Sky Mile Tower Tertinggi di Dunia - JuaraNews Inspirasi Semangat Muda

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Jepang Bangun Sky Mile Tower Tertinggi di Dunia
    Gambar rancangan Sky Mile Tower.

    Jepang Bangun Sky Mile Tower Tertinggi di Dunia

    • Selasa, 9 Februari 2016 | 13:46:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, TOKYO – Jika proyek pembangunan Sky Mile Tower berjalan sesuai rencana, gedung pencakar langit setinggi 1.700 meter akan menjadi yang tertinggi di dunia mengalahkan Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

    Tinggi Sky Mile Tower dua kali lipat dari gedung Burj Khalifa yang menjulang setinggi 829,8 meter sejak 2009. Selain itu, Sky Mile yang terletak di Teluk Tokyo, tepatnya di kawasan area perairan antara Kota Kawasaki dan Sodegaura, ini dapat menampung hingga 55.000 orang. Di sekitar gedung pencakar langit tersebut akan dibangun proyek kota besar yang mampu menampung penduduk 500.000 orang.

    Pembangunan menara prestisius ini akan dilakukan oleh Kohn Pedersen Fox Associates yang bekerja sama dengan Leslie E Robertson Associates. Proyek yang membutuhkan reklamasi super luas itu dijadwalkan rampung pada 2045.

    Proyek berjudul “Tokyo Kedua (Next Tokyo)” itu juga menawarkan kelebihan lain. Keseluruhan rancangan kota besar di atas Teluk Tokyo itu, mulai dari penempatan, struktur, hingga bentuk, ditujukan untuk memperbesar peluang menanggulangi banjir dan musibah umum lain yang sering terjadi di negeri Samurai itu.

    Dalam beberapa tahun terakhir, setiap tahun wilayah Jepang diterjang topan dan banjir bandang. Dengan struktur heksagonal di Teluk Tokyo, efek ombak laut akan berkurang dan meminimalisasi banjir. Seluruh struktur memiliki lebar 500 hingga 5.000 kaki.

    “Beberapa struktur bisa diisi air tawar dan dialirkan ke seluruh bangunan di pulau buatan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya. Air asin di Teluk Tokyo bisa digunakan untuk membudidayakan lumut laut,” ungkap Pedersen seperti dikutip Architectural Digest.

    Lantaran Tokyo Kedua dijadikan sebagai permukiman, otomatis pengembang membangun sejumlah fasilitas pendukung. Seperti, sekolah, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, pusat kebugaran, perpustakaan, dan klinik kesehatan.

    Untuk memudahkan mobilitas warga, akan tersedia elevator multi-arah, ThyssenKrupp. Transportasi menuju Next Tokyo dilayani oleh monorail, bus air, dan sistem teknologi Hyperloop. Sumber energi diambil dari energi kinetik dari kereta cepat yang melaju di sepanjang Teluk Tokyo ditambah tenaga matahari, angin, dan lumut laut. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Seekor Bayi Gajah di Taman Safari Bogor Dinamai Covid19
    Spekulasi Tuduhan Trump Soal Corona Terus Berlanjut, Kini Menlu AS Klaim Punya Bukti
    Saat Puasa Tidur Kita Kurang, Tapi Badan Tetap Sehat. Ini Rahasianya
    Badan Geologi Kementreian ESDM : Dentuman di DKI bukan dari Letusan GAK
    Pemeriksaan Sampel COVID-19 di Labkesda Jabar, Seperti Ini Tahapannya
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Buku Wagun
      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads