Kejati Hentikan Penyelidikan Kasus BCCF
net

Kejati Hentikan Penyelidikan Kasus BCCF

  • Kamis, 4 Februari 2016 | 23:58:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews, Bandung - Kejati Jabar menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkot Bandung yang diterima Bandung Creative City Forum (BCCF) tahun 2012.

Dalam penilaian kejaksaan, kasus yang sempat menyeret nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil itu tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

Aspidsus Kejati Jabar Bambang Bachtiar  mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan yang panjang, pihaknya tidak menemukan adanya unsur tindak pidana korupsi. "Jadi tidak bisa ditingkatkan ke tingkat penyidikan," ujar Bambang di kantornya, Selasa (2/2/2016).

Dengan demikian, menurut Bambang, penyelidikan secara tidak langsung dihentikan. Selama penyelidikan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Ketua BCCF tahun 2012, Ridwan Kamil. Namun berdasarkan keterangan dan alat bukti yang diperoleh tim penyidik, tidak ada unsur korupsi dalam kasus tersebut.

"Kami sudah periksa sejumlah saksi dan audit BPK, namun tuduhan tersebut tak terbukti dari tipikor. Baik itu dari penggunaan bansos dan yang lainnya," ungkap Bambang.

Kasus dugaan korupsi dnaa hibah yang diterima oleh BCCF ini mengemuka pada pertengahan 2015 lalu. Saat itu, Kepala Kejati Jabar Ferri Wibisono mengatakan, ada dugaan korupsi dana bansos sebesar Rp1,3 miliar yang diterima BCCF. Wali kota Bandung yang menjadi ketua BCCF periode 2018-2012, sempat diperiksa 2 kali dalam kapasitas sebagai saksi oleh kejaksaan.

Ferri sempat mengatakan bahwa kasus tersebut sudah hamnpir memenuhi unsur pidana. Selain itu, ada dugaan kasus tersebut  mengarah pada keterlibatan pada pejabat di lingkungan Pemkot Bandung.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah ini bermula saat Pemkot Bandung memberikan dana bantuan hibah kepada BCCF senilai Rp1,3 miliar pada 2012 yang digunakan untuk menyelenggarakan serangkaian program kreatif. Namun, Kejati menduga ada sejumlah dana yang tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Pada September 2015, saat pertama kali diperiksa sebagai saksi, Ridwan Kamil mengatakan, kasus dugaan korupsi BCCF sudah tidak ada masalah. Menurutnya, dana hibah yang diberikan Pemkot Bandung pada 2012 sudah digunakan sebagaimana mestinya, dan telah sesuai dengan prosedur administrasi penerimaan dan penggunaannya.

Selain itu, pertanggungjawaban dana tersebut pun sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dana BPK menyatakan tidak ditemukan masalah dalam penerimaan dan penggunaannya. (*)

Kejati Hentikan Penyelidikan Kasus BCCF
Kejati Jabar menghentikan penyelidikan kasus

dugaan korupsi dana hibah Pemkot Bandung yang

diterima Bandung Creative City Forum (BCCF)

tahun 2012.
Dalam penilaian kejaksaan, kasus yang sempat

menyeret Wali Kota Bandung Ridwan Kamil itu

tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi.
Menurut Aspidsus Kejati Jabar Bambang Bachtiar,

ternyata setelah dilakukan penyelidikan yang

panjang, tidak ditemukan tindak pidana korupsi.
"Jadi tidak bisa ditingkatkan ke tingkat

penyidikan," ujar Bambang di kantornya, Selasa

(2/2/2016).
Dengan demikian, menurut Bambang, penyelidikan

secara tidak langsung dihentikan. Selama

penyelidikan, pihaknya telah memeriksa sejumlah

saksi, termasuk Ketua BCCF tahun 2012, Ridwan

Kamil. Namun berdasarkan keterangan dan alat

bukti yang diperoleh tim penyidik, tidak ada

unsur korupsi dalam kasus tersebut.
"Kami sudah periksa sejumlah saksi dan audit

BPK, namun tuduhan tersebut tak terbukti dari

tipikor. Baik itu dari penggunaan bansos dan

yang lainnya," ungkap Bambang.
Kasus dugaan korupsi dnaa hibah yang diterima

oleh BCCF ini mengemuka pada pertengahan 2015

lalu. Saat itu, Kepala Kejati Jabar Ferri

Wibisono mengatakan, ada dugaan korupsi dana

bansos sebesar Rp1,3 miliar yang diterima BCCF.

Wali kota Bandung yang menjadi ketua BCCF

periode 2018-2012, sempat diperiksa 2 kali dalam

kapasitas sebagai saksi oleh kejaksaan.
Ferri sempat mengatakan bahwa kasus tersebut

sudah hamnpir memenuhi unsur pidana. Selain itu,

ada dugaan kasus tersebut  mengarah pada

keterlibatan pada pejabat di lingkungan Pemkot

Bandung.
Penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah ini

bermula saat Pemkot Bandung memberikan dana

bantuan hibah kepada BCCF senilai Rp1,3 miliar

pada 2012 yang digunakan untuk menyelenggarakan

serangkaian program kreatif. Namun, Kejati

menduga ada sejumlah dana yang tidak digunakan

sebagaimana mestinya.
Pada September 2015, saat pertama kali diperiksa

sebagai saksi, Ridwak Kami mengatakan, kasus

dugaan korupsi BCCF sudah tidak ada masalah.

Menurutnya, dana hibah yang diberikan Pemkot

Bandung pada 2012 sudah digunakan sebagaimana

mestinya, dan telah sesuai dengan prosedur

administrasi penerimaan dan penggunaannya.

Selain itu, pertanggungjawaban dana tersebut pun

sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dana BPK menyatakan tidak ditemukan masalah

dalam penerimaan dan penggunaannya. (*)

den

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Gubernur Jabar Fasilitasi 73 Tenaga Medis Perawat Pasien Covid19 di Hotel Prama Grand Preanger
Pemkot Bandung Siapkan Rp298,2 Miliar Tanganani Covid19
Pemkot Bandung Jadikan TPU Cikadut Lokasi Pemakaman Jenazah Covid19
Surat Edaran Direvisi,Toko Modern di Kota Bandung Tutup Pukul 20.00
Jabar Bergerak Salurkan Seribu Sembako untuk Warga Terdampak COVID-19

Editorial


    Info Kota