Pos Indonesia

Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Warga Kedungwungu Indramayu Tolak Makamkan Teroris
    net

    Warga Kedungwungu Indramayu Tolak Makamkan Teroris

    • Senin, 18 Januari 2016 | 05:17:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Indramayu - Warga Desa Kedungwungu Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu menolak kedatangan jenazah Ahmad Muhazan alias Azan (26), salah satu pelaku bom Sarinah, Jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (14/1/2016) lalu.

    Mereka menggelar dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'Warga Kedungwungu Menolak Jenazah Teroris' yang terpasang di jembatan desa tersebut. Warga juga juga menuntut kepolisian tidak menguburkan mayat Azan di kampungnya.

    lasan warga menolak jenazah Azan karena khawatir Desa Kedungwungu dicap sebagai kampung teroris. Karena itu, warga meminta agar jenazah Azan dimakamkan di tempat lain.

    “Sejak awal sikap kami tegas. Jika Azan adalah pelaku, maka kami menolak jenazah didatangkan dan dikubur di kampung kami. Kami tidak mau, gara-gara satu orang, lalu desa kami dicap sarang teroris. Kami tidak rela tanah kami dijadikan tempat penguburan pelaku teroris yang melecahkan agama, menganggu negara dan meresahkan masyarakat,” ujar Hambali, salah seorang warga setempat.

    Sikap warga yang menolak sebelumnya sudah disampaikan. Mereka memperingatkan jika Azan ternyata pelaku, warga tidak mau menerima kedatangan jenazah, apalagi desanya dijadikan tempat penguburannya.

    “Jika Azan adalah korban, kami bahkan akan menyambut sebagai pahlawan. Tapi kalau dia pelaku, kami menolak karena tidak mau desa kami tercemari hanya gara-gara ulahnya,” tutur Hambali.
    Namun ada juga warga yang bersedian menerima pemakaman Azan dengan alasan kemanusiaan. Bahkan kedua belah pihak sempat dimedia oleh anggota DPRD Kabupaten Indramayu.

    Menurut Anggota DPRD Indramayu Azun Mauzun, dalam hal ini, masyarakat perlu melihatnya dari aspek kemanusiaan. Apalagi kondisi orang tua Azan yang sudah tua dan sakit.

    “Orang tua Azan tidak tahu apa-apa, dan orang tua mana yang menghendaki anaknya jadi teroris,” kata Azun. (*)

    den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ini Syarat Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Jabar
    To Observe, To Control, To Connect, Tiga Fungsi Sosial Media Menurut Gubernur
    Alfian Tanjung Ingatkan Bahaya PKI, Gerak: Kita Siap Jihad
    Komunitas Supratman Freedom Military, Wadah Penyuka Hobi Army
    Jaga Kesehatan! Pesan Doni Kepada Sukarelawan Penanganan Covid19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Imani Center

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads