web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Kurikulum 2013 Dihentikan, Negara Bisa Rugi Rp2 T

    Kurikulum 2013 Dihentikan, Negara Bisa Rugi Rp2 T

    • Rabu, 17 Desember 2014 | 16:35:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung - Wacana penghentian Kurikulum 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI masih menimbulkan kontroversi. Komisi X DPR RI pun berharap jika Kurikulum 2013 tetap diterapkan di sekolah-sekolah.

    Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya menuturkan, pihakya sudah mengunjungi setidaknya lima provinsi untuk mengetahui terkait impelementasi Kurikulum 2013. Pada kunjungan tersebut, lanjutnya, Komisi X DPR RI melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah, PGRI, Orang Tua Murid, Siswa dan pihak-pihak terkait lainnya.

    "Dan dari hasil kunjungan tersebut, implememtasi Kurikulum 2013 memang masih ada permasalahan. Tapi itu lebih bersifat kepada teknis. Seperti prasarana yang belum siap, hingga kebiasaan guru dalam proses belajar mengajar serta sistem penilaian," ujar Teuku kepda wartawan.

    Untuk itu, pihaknya menilai, solusi dari permasalahan yang terjadi pada penerapan Kurikulum 2013 tersebut tidak kepada perubahan kebijakan yang mundur kepada kebijakan delapan tahun silam. Permasalahan teknis yang terjadi pada proses penerapan Kurikulum 2013, lebih baik diselesaikan pula dengan cara teknis.

    "Intinya, kami hanya berharap kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbud terkait kurikulum, justru berimbas pada guru dan siswa. Jangan jadikan siswa dan guru sebagai kelinci percobaan dari sebuah kebijakan," tegasnya.

    Tak hanya itu, pihaknya pun menilai jika penghentian Kurikulum 2013 diberlakukan, justru akan membuat negara rugi. Pasalnya, untuk menyiapkan kurikulum tersebut, pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah dana yang tidak kecil. Seperti untuk pelatihan guru, percetakan buku, dan hal teknis lainya.

    "Kerugian negara bisa mencapai Rp2 triliun, artinya apa yang sudah dilakukan sebelumnya menjadi mubazir. Kami akan bicara lagi terkait hal ini dengan Mendikbud. Dan kalau kami dari Komisi X melihat jika penerapan kurikulum 2013 diteruskan dan tidak perlu serentak, secara bertahap saja. Karena kami menilai jika kurikulum 2013 itu dibuat agar generasi muda kita bisa lebih siap menghadapi era globalisasi termasuk di abad 21 ini," tandasnya. (*)

    Oleh: ageng rustandi / ang

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    RSHS Bandung Masih Lakukan Observasi Pasien Diduga Susfect Coronavirus
    RSUP Hasan Sadikin Rawat Intensif WNA Diduga Terkena Virus Corona
    Gubernur Jabar Resmikan Jantung Penghubung Desa di Garut
    RSUD Al Ihsan Buka Posko Penanganan Virus Corona
    Warga Siap - Siap, 2020 Gubernur Ingin Menginap di Rumah Serap Aspirasi

    Editorial