web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


  • Menikah dan Perjuangan
    Menikah dan Perjuangan

    SUAMI dan istri yang sudah menikah, semakin lama komunikasi yang terjadi kurang harmonis.

    Penerapan Teknologi Chip di Kartu ATM Diundur

    Penerapan Teknologi Chip di Kartu ATM Diundur

    • Selasa, 5 Januari 2016 | 13:51:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews – Bank Indonesia (BI) memundurkan tenggat waktu kewajiban perbankan menerapkan standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 digit di kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dari 31 Desember 2015 menjadi hingga 31 Desember 2021.

    Perpanjangan jadwal implementasi standar nasional teknologi chip kartu ATM atau debit itu dilakukan dengan pertimbangan mayoritas penyelenggara kartu ATM atau debit belum siap untuk mengimplementasikan standar nasional teknologi chip dan PIN online 6 digit. Migrasi dari teknologi magnetic stripe ke chip perlu didorong dengan kebijakan insentif.

    "Karena implementasi teknologi chip diundur, BI memperpanjang penggunaan PIN online 6 digit pada kartu ATM atau debit dengan teknologi magnetic stripe menjadi paling lambat 30 Juni 2017," kata Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat.

    Dia mengemukakan, penggunaan teknologi chip merupakan salah satu strategi kebijakan BI untuk meningkatkan keamanan alat dan kemudahan bagi nasabah. Kartu ATM atau debit yang sudah menggunakan teknologi chip, BI menaikkan batas maksimum transaksi transfer antarbank melalui ATM menjadi Rp50 juta tiap rekening dalam satu hari. Sedangkan batas maksimum tarik tunai dengan ATM menjadi Rp 15 juta per rekening dalam satu hari. “Ketentuan ini berlaku terhitung sejak 30 Desember 2015,” ujar dia.

    Arbonas mengemukakan, dengan ketetapan ini, perbankan wajib menerapkan teknologi chip di ATM pada 31 Desember 2021. Kartu ATM atau debit yang diterbitkan oleh penerbit di Indonesia beserta terminal dan sarana pemrosesnya wajib menggunakan standar nasional teknologi chip yang ditetapkan BI.

    “Kendati begitu, penerbit atau perbankan tetap dapat menggunakan teknologi magnetic stripe untuk rekening simpanan dengan saldo maksimum Rp 5 juta berdasarkan perjanjian tertulis antara penerbit dan nasabah,” jelas Arbonas.

    Selain itu, transaksi kartu ATM atau debit internasional, termasuk yang menggunakan teknologi magnetic stripe, tetap dapat diproses di Indonesia baik pada penggunaan di terminal ATM maupun EDC. (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    Pemprov Komitmen Akselerasi Investasi di Jabar
    Perusahaan Prancis Tertarik Berinvestasi di Jabar
    Investor Luar Negeri Lirik Potensi Ekonomi Jabar
    Pemprov Tawarkan LRT di Forum Investasi London
    Dukung BIJB, Cisumdawu Ditargetkan Selesai 2020

    Editorial