Hot News


Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Protes Pencemaran, Vincent Ciptakan Aequorea
    Kota bawah laut Aequorea.

    Protes Pencemaran, Vincent Ciptakan Aequorea

    JuaraNews –Vincent Callebaut, arsitek asal Brussel, Belgia, geram terhadap kondisi laut yang makin tercemar. Sampah plastik mengotori laut. Akibat pencemaran itu, sejumlah habitat laut mati dan tak sedikit yang punah.

    Sebagai bentuk protes terhadap sikap manusia yang cenderung tak mampu menjaga lingkungan, terutama laut, Vincent membuat gambar desain arsitektur sebuah kota masa depan fiktif yang berada 1.000 meter di bawah permukaan laut.

    Kota air fiktif yang terletak di Teluk Rio de Janeiro, Brasil itu, diberi nama Aequorea karena mengadopsi bentuk ubur-ubur Aequorea Victoria yang bisa menyala di dalam air. Bangunan-bangunan di kota ini terbuat dari plastik yang berasal dari tujuh benua.

    “Konsep kota ini bertujuan untuk menekan keterbatasan sumber bahan bangunan di daratan dan mendorong pembersihan laut dari limbah minyak dan plastik yang menjijikkan,” kata Vincent.

    Selain membuat gambar desain kota masa depan, Vincent juga menulis surat. Namun dalam surat bertanggal 24 Desember 2065 itu Vincent menggunakan nama Oceana, penduduk Kota Aequorea yang disebut aquanut.  

    “Untuk orang-orang bumi, kalian tak berhati-hati karena menggadaikan nasib generasi mendatang. Ketika kakek saya menceritakan gaya hidupnya di daratan, rasanya di masa kini mustahil menerapkannya. Mereka mengonsumsi kota seakan-akan itu barang dagangan, bukannya dijaga dengan baik sebagai kepentingan bersama dan bersimbiosis dengan alam. Akibatnya, alam rusak, laut hancur. Penduduk di masa kini menggunakan sumber energi baru, bukan bahan bakar gas. Untuk bernapas di bawah laut, mereka memakai masker insang. Makanan akan dihadirkan dalam bentuk alga, plankton, dan moluska. Sementara kebun buah dan sayuran ditempatkan di bangunan berbentuk kulit kerang di atas permukaan laut. Mata uang Aequo akan mendukung ekonomi kehidupan laut. Studi mengenai hewan laut menghasilkan penemuan obat kanker, AIDS, dan penyakit jantung.”

    Oceana si aquanut menutup surat dengan sebuah peringatan. "Jangan lupakan ini: lautan memproduksi 50% oksigen untuk Bumi. Lautan adalah paru-paru paling aktif yang mampu membersihkan dan menata ulang kehidupan kita." (*)

    Oleh: akbar aulia / bar

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Pertanyaan Menggelitik: Apakah Covid-19 Benar-benar Ada?
    Populasi Serangga Makin Turun. Pertanda Kiamat Sudah Dekat? Ini Penjelasan Entomologis LIPI
    Hebat, Selandia Baru Sudah Menyatakan Bebas dari Covid-19
    Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3
    Seekor Bayi Gajah di Taman Safari Bogor Dinamai Covid19
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Buku Wagun
      walikota

      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Ads