web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Santri Ponpes Cikeas Hilang Digulung Ombak Cisolok
    ilustrasi

    Santri Ponpes Cikeas Hilang Digulung Ombak Cisolok

    • Minggu, 27 Desember 2015 | 04:31:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Sukabumi – Para wisatawan yang berlibur ke kawasa pantai, harus lebih waspada jika tak ingin bernasib nahas seperti Aldi Pratama (17) yang tergelam diseret ombak Pantai Kebon Kalapa Karanghawu, Cisolok Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/12/2015) pagi.

    Santri pondok pesantren di Cikeas, Bogor ini hilang terseret ombak dan hingga kini masih dalam pencarian tim penyelamat yang terdiri atas Polisi Air Polda Jabar, Basarnas, dan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista).

    Warga Kampung Cagak Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor terseret ombak bersama 5 temannya ketika bermain di pinggir pantai sekitar pukul 06.00 WIB. Namun kelima temannya bisa diselamatkan, sedangkan Aldi hanyut terbawa ombak. Sejumlah rekan korban telah mendapatkan perawatan dari petugas medis yang siaga di puskesmas dan telah diberitahukan kepada para keluarga.

    Koordinator Pos SAR Sukabumi Basarnas Agung Priambodo mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika 10 santri melakukan selfie di pinggir pantai sekitar pukul 06.00 WIB di saat kondisi pantai masih relatif gelap. Tak disangka ombak yang tingginya sekitar 1,5 meter menghampiri dan menyeret mereka ke tengah laut.

    "Awalnya dua orang yang terseret ombak, cuman karena rekan-rekannya ingin membantu jadi ikut hanyut semua dan berteriak minta tolong," ujar Agung.

    Tim penyelamat, langsung melakukan penyelamatan terhadap 10 santri tersebut. Sebanyak 8 santri berhasil diselamatkan dan seorang santri berhasil menyelamatkan dirinya sendiri. Sementara seorang santri, yakni Aldi hilang terseret arus ke tengah laut.

    "Waktu kejadian korban kecelakaan ini sudah berjarak sekitar 5-10 meter dari bibir pantai yang kendalamannya kurang dari 5 meter. Sementara yang hilang (Aldi) posisinya sudah agak di tengah," ujar Agung.

    Agung mengatakan, pencarian terhadap Aldi dilakukan hingga sore ini. Tim penyelamat pun menyisir pinggir pantai dan ke tengah dengan menggunakan perahu karet. Namun pihaknya masih belum menemukan Aldi.

    "Gelombang dan ombak memang agak tinggi makanya kami juga tidak begitu berani ke tengah. Anginnya juga kencang," ujar Agung,

    Merespon kejadian tersebut, pihaknya melarang wisatana mandi atau berenang di pantai. Pihaknya telah memasang tanda peringatan untuk tidak berenang di sejumlah titik. Aldi pun mengimbau semua wisatawan untuk berhati-hati dan tidak perlu mandi di laut. Pasalnya, ombaknya sangat tinggi dan karakter pantainya cukup berbahaya. Arus tarik ke tengah laut pun cukup kuat dan berdasarkan informiasi nelaya ada palung tak jauh dari pinggir pantai.

    "Kami ada pos di sini bersama dengan intansi terkait lainnya. Mulai aktivitas siaga dari jam 07.00 sampai jam 17.00. Jadi sekitar pukul 17.00 kami sudah minta pengunjung ke pinggir semua," kata Agung. (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    HUT ke-6 Tahun, JuaraNews Gelar Gerak Jalan Santai
    Kepala BPBD: Ubah Mindset Bupati/Wali Kota
    Aplikasi Pelayanan Publik Sapawarga Diluncurkan, RW Bisa Ngadu Langsung ke Gubernur
    Tersangka Kasus Meikarta Bartholomeus Toto, Layangkan Surat Perlindungan ke Presiden Jokowi
    Dikukuhkan Jadi Profesor, Keri Lestari: Inovasi Farmasi Klinik Lahirkan Interaksi Kesehatan

    Editorial


    • Teladani Semangat Pahlawan
      Teladani Semangat Pahlawan

      HARI Minggu (10/11/2019) ini bangsa Indonesia memeringati Hari Pahlawan. Tanggal 10 November mencatat peristiwa besar.