web stats service from statcounter

Hot News


Inspirasi


    Pemprov Rayakan Tahun Baru tanpa Kembang Api
    net Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

    Pemprov Rayakan Tahun Baru tanpa Kembang Api

    • Jumat, 25 Desember 2015 | 14:52:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews, Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, pergantian tahun kali ini akan dirayakan secara sederhana, tanpa adanya pesta kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.

    Aher menjelaskan, perayaan Tahun Baru nanti hanya akan diisi dengan kumpul-kumpul dengan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Jabar. Kemudian melakukan pembahasan ringan evaluasi program tahun 2015 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, dilanjutkan dengan pembahasan ide dan gagasan untuk tahun 2016.

    Sedangkan detik-detik pergantian tahun akan ditandai dengan tabuhan bedug, tanpa ada petasan dan kembang api.

    "Sesuai dengan anjuran Pak Presiden (Joko Widodo), perayaan Tahun Baru harus sederhana. Paling juga pas jam 00.00 WIB pergantian tahun 2015 ke 2016, kita tandai dengan bedug atau apa saja, tidak ada pesta kembang api," ujar Aher di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Kamis (24/1/22015) malam.

    Setalah pergantian tahun, jelas Aher, keesokan hari atau pada tanggal 2 Januari 2016, para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov Jabar harus kembali bekerja seperti biasa. Di tahun yang baru dan semangat baru, tandasnya, tidak ada perayaan yang berlebihan.

    "Kami juga mengimbau kepada daerah kabupaten/kota lain agar jangan melakukan perayaan yang berlebihan dan tetap menjaga keamanan dan kenyaman masyarakat," ujarnya.  (*)

    den

    0 Komentar

    Tinggalkan Komentar


    Cancel reply

    0 Komentar


    Tidak ada komentar

    Berita Lainnya


    HUT ke-6 Tahun, JuaraNews Gelar Gerak Jalan Santai
    Kepala BPBD: Ubah Mindset Bupati/Wali Kota
    Aplikasi Pelayanan Publik Sapawarga Diluncurkan, RW Bisa Ngadu Langsung ke Gubernur
    Tersangka Kasus Meikarta Bartholomeus Toto, Layangkan Surat Perlindungan ke Presiden Jokowi
    Dikukuhkan Jadi Profesor, Keri Lestari: Inovasi Farmasi Klinik Lahirkan Interaksi Kesehatan