Hot News


JN-TAM

Inspirasi


  • Dirgahayu Sat Linmas ke-58
    Dirgahayu Sat Linmas ke-58

    NEGARA Republik Indonesia lahir melalui perjuangan bangsa dan pahlawannya yang melepaskan diri dari penjajahan dan sejajar dengan bangsa di dunia.

    Toleransi dan Kebersamaan
    ilustrasi

    Toleransi dan Kebersamaan

    • Jumat, 25 Desember 2015 | 04:24:00 WIB
    • 0 Komentar

    PERAYAAN Natal 2015 kali ini, terasa lebih istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, hari raya umat Kristiani yang diperingati setiap 25 Desember ini, hampir bersamaan dengan hari besar umat Muslim, yakni Maulid Nabi Muhammad Saw yang jatuh sehari sebelumnya atau 24 Desember 2015.

    Tentu dua hari suci, yakni kelahiran Yesus Kristus yang dirayakan umat Kristiani dan kelahiran Nabi Muhammad Saw yang diperingati umat Islam, menjadi begitu istimewa. Peringatan kedua hari besar 2 agama terbesar di Indonesia ini menyimbulkan terbina baiknya tolerani antarumat beragama di Tanah Air.

    Perayaan Hari Raya Natal sendiri, sejauh ini berlangsung aman dan damai, tanpa terjadi sesuatu yang bisa mengurangi khidmatnya Natal. Di Kota Bandung, misalnya, dengan pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian dibantu anggota TNI, umat Kristiani bisa dengan leluasa tanpa ada kekhawatiran dalam merayakan hari kelahiran Yesus Kristus tersebut sehingga bisa lebih memaknai Natal.

    Sedangkan sehari sebelumnya, umat Muslim di seluruh Indonesia memeringati kelahiran Nabi Muhammad Saw yang dalam penanggalan Hijriah jatuh pada 12 Rabiul Awal. Perayaan Maulid Nabi yang merupakan tradisi di masyarakat Islam setelah Nabi wafat, merupakan ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw yang lahir di Kota Mekkah dan wafat di Kota Madinah.

    Salah satu pesan penting yang wajib diteladai dari Nabi Muhammad Saw yakni sikap tolerannya kepada umat pemeluk agama lain. Saat memimpin Madinah, Rasulullah memperlakukan dengan baik rakyatnya yang beragama lain, termasuk pemeluk agama Nasrani atau Kristen. Rasulullah memperlakukan dengan adil, memberikan perlindungan dan mempersilakan mereka menjalankan keyakinanannya.

    Di sisi lain, Hari Natal sendiri sejatinya dirayakan khusus oleh umat Kristiani. Namun, tidak berarti pemeluk agama lain tidak merasakan kegembiraan dan kebahagiaan di hari tersebut. Karena itu, tak salah jika umat berbagai agama yang paling tidak, diwakili para pejabat publik memberikan selamat dan mengunjungi gereja-gereja tempat digelarnya misa Natal.

    Seperti yang dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang didampingi Wapolda Jabar Brigjen Pol M Taufik dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasodjo mengunjungi Gereja Katedral Santo Petrus di Jalan Merdeka Kota Bandung pada Kamis (24/12/2015) malam.

    Kedatangan para petinggi ke gereja tersebut, selain sebagai penghormatan juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani yang merayakan Natal. Tentunya sebuah pemandangan indah, saat para pemimpin yang notabene berbeda keyakinan bisa duduk bersama dengan saling menghormati.

    Tentunya sikap yang ditunjukkan tersebut harus menjadi teladan bagi umat semua agama. Bahwa tak ada sekat-sekat agama dalam pergaulan bermasyarakat dan bernegara. Apalagi, dalam negara Republik Indonesia yang menjunjung tinggi kebebasan beragama ini, semua warga negara bebas beragama dan menjalankan ajaran agamanya tanpa harus takut mendapat tekanan atau intimidasi dari pemeluk agama lainnya. Termasuk, intimidasi dari agama mayoritas terhadap minoritas.

    Pertentangan antaragama, tak boleh lagi di negeri ini. Karena, memeluk agama dan beribadah menurut agamanya merupakan hak asasi setiap manusia Indonesia yang dijamin dalam UUD 1945.

    Tentu akan sangat indah dan damai Indonesia ini, jika semua warganya bisa menjunjung tinggi toleransi. Juga turut berbahagia saat pemeluk agama lain merayakan hari raya keagamaannya. Karena kita semua memang satu, yakni warga negara Indonesia. Momen kasih Natal dan makna peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw ini semoga mengilhami seluruh masyarakat Indonesia akan indahnya toleransi dan kebersamaan. (*)

    Oleh: deni mulyana sasmita / den

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Berdamai atau Hidup Tanpa Corona
    Jadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun Baru 2020
    Teloransi, Kebersamaan dalam Perbedaan
    Teladani Semangat Pahlawan
    Tahun Baru Hijriah, Pererat Silaturahmi Toleransi
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Data Statik Covid-19


      DATA COVID-19 INDONESIA

      😷 Positif:

      😊 Sembuh:

      😭 Meninggal:

      (Data: kawalcorona.com)

      Klasemen Liga Dunia

      Tim M Point
      1. Liverpool 12 34
      2. Leicester City 12 26
      3. Chelsea 12 26
      4. Manchester City 12 25
      Tampilkan Detail

      Klasemen Liga Indonesia

      Tim M Point
      1 Persib Bandung 3 9
      2 Bali United 3 7
      3 PSIS Semarang 3 6