Hot News


Inspirasi


    Agum: Sepak Bola Indonesia Semakin Mengerikan
    Net Agum Gumelar

    Agum: Sepak Bola Indonesia Semakin Mengerikan

    • Rabu, 23 Desember 2015 | 13:40:00 WIB
    • 0 Komentar

    JuaraNews - Ketua Komite Ad Hoc Reformasi Sepak Bola Indonesia, Agum Gumelar menyayangkan tidak hadirnya utusan pemerintah dalam rapat kedua di kediaman Agum, Selasa (22/12/2015).

    Sebelumnya, mantan ketua umum PSSI itu pernah mencoba untuk berkomunikasi langsung dengan Menpora, Imam Nahrawi. Tapi, niat Agum itu hingga kini belum ada tanggapan.

    "Saya pernah minta tolong kepada ajudan saya untuk meminta kepada ajudan Pak Menpora agar bertemu. Karena, saya harus menjelaskan kepada pemerintah apa yang menjadi tujuan kami ke depan," ujar Agum Gumelar seperti dikutip SportSatu.

    "Tapi, saya tunggu setelah seminggu tidak ada kabar tentang itu. Namun, justru saya mendapat kabar dari media bahwa jika saya ingin bertemu dengan Menpora harus melalui surat," katanya.

    Selain itu, Agum Gumelar juga berencana menemui Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. "Kalau bisa presiden menerima saya juga, ini supaya ada saling pengertian. Saya akan mengajukan diri bertemu, terserah pemerintah menerima saya atau tidak."

    Dia menjelaskan, jika pemerintah dalam hal ini Kemenpora tidak mau mengirimkan utusannya dalam anggota Ad Hoc, akibatnya akan fatal.

    Seperti diktehui, FIFA mengharuskan Pemerintah Republik Indonesia (RI) untuk masuk ke dalam Komite Ad Hoc Reformasi PSSI. Komite Ad Hoc sebelumnya diputuskan dibentuk untuk menyelesaikan persoalan sepak bola Indonesia.

    Namun, jika hingga Februari 2016 nanti Pemerintah RI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak bergabung dengan komite, akibatnya fatal. Agum menegaskan dampak dari itu bakal mengerikan untuk sepak bola Indonesia.

    "Jadi kalau sampai Februari tidak ada kemajuan, pemerintah bersikeras tidak mau bergabung, bahaya. Semua akan mengerikan untuk sepak bola Indonesia, hukuman akan berkepanjangan," jelas Agum.

    "Selama masa hukuman itu, Indonesia akan terkucilkan dari dunia luar. Bukan hanya soal pertandingan, juga kursus wasit untuk mendapatkan sertifikat FIFA akan kesulitan. Begitu juga sertifikat kepelatihan," pungkasnya. (*)

    don

    0 Komentar
    Tinggalkan Komentar
    Cancel reply
    0 Komentar
    Tidak ada komentar
    Berita Lainnya
    Ini Skenario PSSI untuk Kelanjutan Kompetisi Liga 1 2020
    Klub Liga 1 dan LIB Sepakat Lanjutkan Kompetisi
    Ini Hasil Drawing Fase Grup Liga Champions Eropa 2020/2021
    Tekuk Sevilla 2-1, Munchen Rajai Eropa dengan Koleksi 4 Trofi
    Liga 1 Kembali Digelar 1 Oktober, Ini Jadwal Pertandingan Pekan 4
    Berita Terdahulu

    Editorial


      Pos Indonesia kanan

      Jadwal Liga


        Data Statik Covid-19


        DATA COVID-19 INDONESIA

        😷 Positif:

        😊 Sembuh:

        😭 Meninggal:

        (Data: kawalcorona.com)

        Ads


        Klasemen Liga Dunia

        Tim M Point
        1. Arsenal 2 6
        2. Tottenham Hotspur 2 6
        3. Liverpool 2 6
        4. Everton 2 6
        Tampilkan Detail

        Klasemen Liga Indonesia

        Tim M Point
        1 Persib Bandung 3 9
        2 Bali United 3 7
        3 PSIS Semarang 3 6