Wolf 1061c, Planet yang Diduga Bisa Dihuni
Planet Wolf 1061c di konstelasi Opiuchus.

Wolf 1061c, Planet yang Diduga Bisa Dihuni

  • Senin, 21 Desember 2015 | 11:14:00 WIB
  • 0 Komentar

JuaraNews – Manusia adalah makhluk yang tak pernah merasa puas. Meski telah mendapatkan bumi sebagai tempat tinggal sangat layak, manusia masih terus berusaha mencari planet lain yang bisa dihuni.

Belum lama ini, ilmuwan dari University of New South Wales (UNSW), Australia mengklaim menemukan planet terdekat yang memiliki potensi sumber daya dan alam yang cocok menjadi tempat tinggal manusia.

Para peneliti menemukan Wolf 1061 setelah melakukan pengamatan menggunakan Harps spektograf yang merupakan salah satu teleskop 3,6 meter di European Southern Observatory, La Silla, Chile. Hasil penelitian tim astronom tersebut diterbitkan di The Astrophysical Journal Letters.

Nama planet itu adalah Wolf 1061c. Planet ini terletak 14 tahun cahaya atau 126 triliun kilometer dari Bumi. Kenapa disebut terdekat? Sebab, jika dibandingkan Mars, jarak Wolf 1061c dengan Bumi, hanya setengahnya. Jarak Mars dengan Bumi sejauh 249 trilun kilometer.

Science Alert melansir, Planet Wolf 1061c terletak di konstelasi Ophiucus. Planet tersebut mengorbit bintang Katai Merah tipe-M yang disebut Wolf 1061, bersama dua planet lain. Ketiga planet itu diduga memiliki alam berbatu seperti Mars.

"Semua planet di kontelasi Ophiucus ini memiliki massa cukup rendah, tapi empat kali lebih berat dibanding massa Bumi. Kami menduga, alam Wolf 1061c ini berbatu dan memiliki permukaan padat. Bahkan kami menduga, di planet ini kemungkinan terdapat air dan kehidupan," kata pemimpin peneliti Dr Duncan Wright, astronom dari UNSW.

Dari tiga planet yang terdapat di kontelasi Ophiucus, planet yang paling kecil dan dekat dengan bintang atau mataharilah yang paling memungkinkan dapat ditinggali oleh makhluk hidup.

“Planet Wolf 1061c mendapat suplai cahaya matahari yang cukup di banding dua planet lainnya. Jika demikian, penelitian lebih lanjut yang harus dilakukan adalah untuk mengungkap apakah planet tersebut memiliki lapisan atmosfir dan bagaimana iklimnya, seperti bumi atau tidak,” kata Dr Rob Wittenmyer, peneliti lainnya. (*)

Oleh: akbar aulia / bar

0 Komentar

Tinggalkan Komentar


Cancel reply

0 Komentar


Tidak ada komentar

Berita Lainnya


Gunung Merapi DIY  Hari ini Meletus
Daan Mogot, Pahlawan Nasional Termuda
5 Fakta Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang
Susi: Saya Senang, Berarti Dianggap Pintar Dong
Putusan Presiden Tunisia soal Poligami Bikin Heboh

Editorial