banner 500x188

Demokrat Jabar Gelar FYP, Kader Dibekali Literasi Digital dan AI

Demokrat Jabar Gelar FYP, Kader Dibekali Literasi Digital dan AI
Forum For Your Page (FYP) Partai Demokrat (PD) Jawa Barat digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/9/2025). (Foto:Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Forum For Your Page (FYP) Partai Demokrat (PD) Jawa Barat digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/9/2025).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Komunikasi Strategis Daerah (Bakomstra-da) DPD Partai Demokrat Jawa Barat sebagai upaya menyiapkan sumber daya kader yang adaptif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga:Wakil Ketua DPRD Soroti Transparansi BJB Terkait Dugaan Fraud Rp 2,5 Miliar di Soreang

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto didampingi Sekretaris Handarujati Kalamulah. Forum ini dihadiri oleh pengurus Bakomstra-da Partai Demokrat dari berbagai Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat.

Demokrat Jabar Gelar FYP, Kader Dibekali Literasi Digital dan AI
Forum For Your Page (FYP) Partai Demokrat (PD) Jawa Barat digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/9/2025).

Turut hadir juga Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dan Sekretaris DPP Bakomstra Hendri Tedja keduanya yang menjadi pembicara kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Herzaky mengajak para kadernya untuk terus meningkatkan literasi digital seiring pesatnya perkembangan teknologi.

Kepala Bakomstra-da Partai Demokrat Jawa Barat, M. Akhiri Hailuki, menegaskan pentingnya pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) untuk meningkatkan kompetensi non-teknis kader partai.

“Kami merancang bimtek ini khusus untuk meningkatkan kompetensi non-teknis yang sangat krusial di era kolaborasi manusia dan AI. Acara ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas legislatif di tengah era disrupsi teknologi,” ujar Hailuki.

Baca Juga:Indosat Luncurkan Fitur Anti Spam dan Anti Scam Berbasis AI, Lindungi Ratusan Juta Masyarakat Indonesia

Menurut Hailuki, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menuntut para kader dan legislator untuk terus mengasah kemampuan agar mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi optimal dalam tugasnya. (Bas)