banner 500x188

Coklat Kita Silatusantren, Sukses Hibur dan Edukasi Santri Ponpes Al-Ma’mun

Program Coklat Kita Silatusantren 2025 atau Silaturahmi Berkesan ke Pondok Pesantren segera mencapai puncaknya. 
Penampilan Ponpes Al-Ma’mun (Hadroh/Nasyid/Shalawatan). (juaranews/dasep rohimat)

JuaraNews, Sumedang – Program Coklat Kita Silatusantren 2025 atau Silaturahmi Berkesan ke Pondok Pesantren segera mencapai puncaknya.

Pada Sabtu (16/8/2025), kegiatan ini digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ma’mun, Desa Gunung Datar, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, dengan fokus utama pada kepedulian lingkungan dan pengelolaan sampah.

Perwakilan Coklat Kita, Dikki Dwi, menegaskan bahwa program ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mendorong lahirnya budaya peduli sampah di kalangan santri.

“Kebersihan lingkungan itu sangat penting, apalagi pesantren biasanya berada dekat dengan masyarakat. Harapannya, budaya ini bisa menular ke lingkungan sekitar,” ungkap Dikki kepada wartawan di Ponpes Al-Ma’mun. Sabtu (16/8/2025).

Baca Juga: Lewat Silatusantren, Coklat Kita Edukasi Santri Kelola Sampah Jadi Bernilai

Dikki menyebutkan, tahun ini Silatusantren diselenggarakan di 15 titik di Jawa Barat, mulai dari wilayah Cirebon Raya, Priangan, hingga Bandung. Setelah Sumedang, kegiatan berlanjut di Indramayu dan akan ditutup di Majalengka pada akhir Agustus.

Pimpinan Ponpes Al-Ma’mun, Hasan Mansur, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara tersebut.

Ia menilai program ini bermanfaat karena memberikan hiburan sekaligus edukasi yang langsung bisa dipraktikkan.

Baca Juga: Silatusantren Coklat Kita, Hadirkan Inovasi Olah Sampah di Ponpes Nurul Iman

<yoastmark class=

“Masalah sampah ini klasik, tantangan terbesarnya adalah membudayakan santri agar peduli, membuang sampah pada tempatnya, dan memilahnya. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa sampah bisa bernilai ekonomi bila dikelola dengan baik,” ungkap Hasan.

Ponpes Al-Ma’mun yang menampung sekitar 250 santri berkomitmen mulai mengelola sampah secara mandiri, sebagian diolah di pesantren, sebagian lain dijual ke pengepul agar menjadi sumber ekonomi tambahan.

“Ke depan, sebagian sampah akan kami olah di pesantren. Sementara warga sekitar sudah terbiasa menjual botol plastik ke pengepul, sehingga volumenya berkurang,” tandasnya.

Baca Juga: Coklat Kita Silatusantren Ajak Pesantren Nurul Anwar Mubtadi’ien Kelola Sampah Bernilai Ekonomis

 

Sementara itu, Yudi Wate Angin, penggagas Silatusantren, menuturkan bahwa program tahun ini digelar di berbagai daerah, mulai dari Cianjur, Bandung, Garut, Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.

Majalengka Jadi Penutup Gelaran Silatusantren 2025

Setelah Sumedang, kegiatan berlanjut di Ponpes Al-Qur’aniyah Krangkeng, Indramayu, pada hari yang sama dan terakhir penutupan di Ponpes Manba’ul Huda Cisambeng, Majalengka, Sabtu (30/8/2025).

“Total ada 15 pesantren yang menjadi tuan rumah tahun ini. Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan lancar dan penuh kesan. Harapannya, pesantren bisa menjadi teladan dalam menjaga kebersihan sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar,” ujar Yudi.

Selain mengusung isu lingkungan, Coklat Kita Silatusantren juga mempererat hubungan antara pesantren, tokoh masyarakat, dan pihak swasta.

Program ini diharapkan terus berkesinambungan dan menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Jawa Barat dalam membangun budaya bersih serta kemandirian mengelola sampah. (dsp)